Pendidikan kita

Untuk Guru

Latest News

Blog ini mau diapain ya..

Blog ini mau diapain ya..
Hapus sajakah atau dibiarin saja. Entahlah, sudah tidak berminat mengurusin blog yang dikopi paste secara brutal macam begini hahaha.

Tetapi ini blog pertama saya, ah…dilema ne.

Mana  percobaan pemasangan iklan yang buat berat pula, ah kasihan teman-teman yang ke sini.. maaf ya teman-teman blog ini uda ga aktif dengan konten yang bermanfaat, tetapi dia masih ada, dengan konten yang tidak jelas seperti postingan ini, bye ,,,
Salam

Komentar Disqus di Blog Buat Pusing Saja

Komentar Disqus di Blog Buat Pusing Saja
Imge: Google
Benar-benar bingung dengan komentar disqus, di email bilangnya ada komentar atau tanggapan dari si A, B, C dan seterusnya, saat cek komentar saya tidak  tidak ada.

Yayaya harus banyak belajar ne.

Namanya dunia internet saya percaya setiap persoalan selalu ada jawaban, itu pengalaman saya, termasuk soal disqus ini. Masalahnya lelah belajar hehehe, karena masih banyak hal yang saya pelajari , cie ile, sok.

Jadi soal disqus belum menjadi skala prioritas. Biarin saja dulu.
Ini semua gara-gara ganti template blog, sio parah euuu…

Jakarta, 7/1/2019

Martin Karakabu

Tentang Martin Karakabu (Update)

Tentang Martin Karakabu (Update)
Ini bukan tulisan tentang siapa itu Martin Karakabu (orang), melainkan ulasan pendek tentang blog yang diberi nama Martin Karakabu (blog yang sedang saudara baca saat ini).

Blog ini sebelumnya saya berinama Karakabuguru.

Ya saya Martin Karakabu dan saya seorang guru. Hadirnya blog ini, (awalnya) saya menulis tentang pendidikan dan informasi seputar guru. Tempat saya berbagi dan belajar bersama guru hebat yang lain.

Itu dulu!!!

Namun setelah dikopi paste tanpa ampun 102 artikel saya di dalam blog ini, maka saya putuskan untuk tidak menulis tentang dunia pendidikan dan profesi guru lagi; karena itu, hanya akan menguntungkan si tukang kopi paste (menurut saya).

Saya masih tetap berbagi tentang topik yang sama (pendidikan dan guru), tetapi di media yang lain.

Selanjutnya blog ini dijadikan 'lap'. Tempat saya mencoba optimalisasi segala hal yang berhubungan dengan blog sebelum diposting pada blog yang baru.

Kata para suhu optimalisasi SEO, itu dia fungsi blog ini. 

Jadi tingkat keaktifan blog ini pastinya "jarang disentuh". Jadi mohon maaf apabila saya lama membalas atau mengunjungi balik teman-teman semua (yang mungkin sempat mampir ke blog ini). Salam blogger.

Tambahan:

Selanjutnya dalam blog ini akan saya simpan arsip tulisan yang pernah dikirim ke beberapa media yang lain (tidak diedit lagi, langsung lurus-lurus) karena ini blog arsip dan lap.

Demikian updatean seputar konten dalam blog ini. Semangat awal membangun blog ini bisa lihat di sini.

Salam damai

Martin Karakabu
Jakarta, 7 Januari 2019.

Pelayanan Prima Bisa Diperoleh Apabila Respon dari Provider Cepat

Butuh huruf di zaman now bukan lagi tentang tidak bisa menulis atau membaca, melainkan bisa atau tidak menggunakan teknologi untuk meningkatan kinerja manusia.
Kutipan di atas adalah pernyataan Yulia Andrea, koordinator sekolah Kristen Kanaan Global School Jakarta.

Hal ini sesuai dengan syarat pencapaian kompetensi dalam pelajaran Bahasa Indonesia kurikulum 2013.

Pelajaran Bahasa Indonesia berbasis teks dan teknologi terkini.

Di atas adalah standarisasi pencapaian kompetensi belajar Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013; dan pencapian kompetensi secara global pada kurikulum 2013.

Mari kita telaah lebih lanjut amant kurikulum 2013 tersebut.

Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah diarahkan pada perkembangan teknologi terkini, sehingga setelah lulus peserta didik diharapkan mampu mengaktualisasikan hal itu dalam kehidupan nyata.

Pertanyaannya adalah apakah standar pencapaian itu bisa tercapai apabila gurunya tidak bisa menggunakan teknologi terkini?

Istilah umumnya adalah gaptek?.

Bicara teknologi terkini tidak sebatas whatsaap atau line. Melainkan teknologi yang berhubungan langsung dengan pembelajaran yang diajarkan.

Misalnya dalam pelajaran Bahasa Indonesia, teknologi yang dimaksudkan bisa dengan menggunakan blog.

Mengapa blog karena dalam 4 keterampilan berbahasa, salah satunya ialah keterampilan menulis.

Bicara tentang keterampilan menulis blog adalah solusi alternatif yang tepat dalam menjawab tantangan mengajar di era milenial.

Hal ini sekaligus menjawab tujuan pencaian kompetensi lulusan Bahasa Indonesia, karena pembelajaran Bahasa Indonesia dalam kurikulum 2013 berbasis teks.

Di mana Korelasi Antara Dewa Web, Guru, dan Pelajaran Bahasa Indonesia?

Saya adalah seorang guru kampung yang menghabiskan sebagian besar hidup saya di Papua. Bertugas di pedalaman Fef Papua Barat.

Jika anda dari sorong Papua Barat maka anda akan melewati Raja Ampat sebelum ke Sousopor, ibu kota Kabupaten Tambrauw.

Menembus gelombang laut Kabupaten Tambrauw Papua Barat yang cukup ekstrim. Setelah itu perjalanan dilanjutkan lagi dengan mobil dobel garden karena medan yang ekstrim.

Gambaran singkatnya bisa lihat foto berikut:
Pelayanan Prima Bisa Diperoleh Apabila Respon dari Provider Cepat
Foto sebelum berangkat menuju tempat tugas/dok pribadi)
Butuh waktu kurang lebih dua hari untukmencapai  tempat tujuan (tempat saya bertugas).

Tentang ini saya sudah menuliskannya secara lengkap pada artikel yang berjudul guru Blogger Solusi Alternatif dalam Menjawab Tantangan Mengajar di Era Digital, silahkan baca jika ingin mengetahui kondisi geografis tempat saya bertugas di Papua secara lengkap.
Intinya saya ingin katakan bahwa, saya adalah seorang guru Kampung yang tidak begitu memahami teknologi terkini.
2013 lalu saya pindah ke Jakarta dan mengajar di SMA Kristen Kanaan Jakarta. Sebuah sekolah swasta yang mengharuskan setiap guru mengajar menggunakan teknologi terkini, salah satunya adalah blog.

Saya guru kampung yang tidak paham sama sekali tentang blog, namun tuntutan tugas dan profesionalitas guru zaman now; mengharuskan saya supaya memiliki domain TLD. “karakabuguru.com”.

Itu sulit, bahkan sangat sulit untuk guru kampung seperti saya. Tiga provider saya cari untuk membeli domain.

Provider Pertama

Silahkan bapak ikuti tutorial dalam link ini, (saya dikirimi link tutorial cara custom domain dari blogspot ke TLD).

Mana paham saya hal – hal yang seperti itu, akhirnya domain yang dibeli dengan harga 270.000 dibiarkan saja.

Provider Kedua

Masih dengan teknik yang sama. Silahkan bapak ikuti tutorial dalam link ini, (saya dikirimi link tutorial cara custom domain dari blogspot ke TLD).

“Apakah ada yang bisa kami bantu bapak?”

“Iya di bagian ini saya tidak paham, caranya bagaimana ya….?” Kata saya.
Ditunggu sampai kurang lebih 30 menit tidak ada jawaban, semantara saat yang sama semua aplikasi antara blog dan provider tempat domain tersebut sudah saya buka.

Akhirnya karena lelah menunggu maka saya putuskan domain yang dibeli dengan harga 120.000 tersbut dibiarkan saja.

Provider Ketiga

Mekanismenya masih sama, kirim link tutorial. Ada bagian yang saya tidak paham, kemudian bertanya via live chat dan dalam sekejap dijawab.

“Oh itu salah pak, solusinya coba bapak refres dulu dan mulai dari sini…….”.
Langkah demi langkah saya ikuti dan akhirnya domain saya terpasang dengan indahnya, (bukan di blog ini tetapi blog saya yang lain).

Provader ketiga yang saya maksudkan adalah dewaweb.

Sidang pembaca yang saya hormati, percuma tawaran domain murah, kecepatan loding websait tingkat dewa dan lain sebagainya. Jika tidak diimbangi dengan pelayanan yang cepat, ramah dan bersahabat.

Anda bisa temukan pelayanan prima dan respon yang cepat hanya di dewaweb. Ini bukan promosi karena saya mengalaminya sendiri.

Jika pembaca atau pun guru yang mungkin pemula seperti saya, jangan khawatir anda akan dilayani dengan ramah dan respon yang cepat.

Mulailah buka google,
Pelayanan Prima Bisa Diperoleh Apabila Respon dari Provider Cepat
Ketik dewaweb, lalu tekan enter,
Pelayanan Prima Bisa Diperoleh Apabila Respon dari Provider Cepat
Pilih yang pertama dan buka link dewaweb (lihat gambar di atas),

Langsung menuju chat person with ninja support, (lihat tanda panah)
Pelayanan Prima Bisa Diperoleh Apabila Respon dari Provider Cepat
Pilih salah satu aplikasi sosial media yang bapak dan ibu miliki, Setelah itu secara otomatis akan tampil seperti gambar berikut:
Pelayanan Prima Bisa Diperoleh Apabila Respon dari Provider Cepat
Sampaikan maksud dan tujuan bapak dan ibu.

Pertanyaan bapak dan ibu kira-kira kurang dari 3 menit akan direspon oleh dewaweb.

Misalnya bapak ibu ingin membeli domain, maka oleh tim suport akan diarahkan pada domain murah milik dewaweb, demikian seterusnya sampai pada jasa layanan hosting dan lain-lain.
Bapak dan ibu tidak perlu ragu atau bingung; “bagaimana selanjutnya?, langkah-langkahnya seperti apa?,
Tim suport dewaweb akan membantu bapak ibu dengan layanan yang ramah dan respon yang sangat cepat.
Jadi pesannya adalah bicara loding website cepat atau promosi domain murah itu baik, tetapi jauh lebih baik jika diimbangi dengan layanan prima dan kecepatan dalam merespon konsumen. Dewaweb solusi pelayanan prima dan respon yang cepat. 

Apa korelasinya dengan kecepatan loding website?

Tulisan ini sebenarnya diikutkan pada lomba blog yang diadakan oleh dewaweb dengan tema Pentingnya Kecepatan Website untuk Sukses Online. 

Bicara kecepatan website berarti kita bicara optimalisasi dan dukungan. Menyoal tentang optimalisasi, jika saya paksakan untuk menulis otomatis membohongi publik.

Mengapa?

Saya sendiri adalah seorang guru kampung yang sama sekali tidak paham dengan istilah-istilah dalam website. Jadi mana mungkin saya bicara tentang optimalisasi website sedangkan saya sendiri tidak paham istilah-istilah dalam website?.

Jika dipaksakan untuk menulis maka otomatis bukan murni pemikiran dan pengalaman saya sendiri. Hasilnya bisa jadi hoax atau plagiat.

Saya tidak menginginkan hal itu, tetapi jika bicara tentang pelayanan prima dan cepatnya merespon pertayaan atau keluhan dari konsumen saya mengalaminya. Itulah yang saya tulis dalam artikel ini.

Apa korelasinya dengan kecepatan loding website?

Tentu ada.
Anda tidak akan mendapatkan pelayanan prima jika responnya lambat.
Jadi mana mungkin anda bisa mempercayai sesuatu yang direspon secara lambat untuk kepentingan website sebagai sebuah bisnis atau brand.

Kecepatan dalam merespon maka secara otomatis anda akan mendapatkan layanan yang prima; dengan demikian kecepatan loding website anda akan semakin prima karena ditangani oleh orang yang tepat.

Mengapa demikian?

Karena kecepatan dalam merespon pelanggan adalah bukti totalitas dan pelayanan prima.

Selain itu, dewaweb ditunjang oleh beberapa keunggulan berikut:
1.   Live chat cs support yang ramah (24 jam),
2.   Lokasi server di Jakarta, Singapura, dan USA,
3.   Fitur perpanjang domain dan hosting otomatis, dan
4.   Berbagai kelebihan dewaweb yang lain. Selengkapnya bisa lihat di web resmi dewaweb.  

Parameter respon cepat yang saya katakan pada paragraf sebelumnya, bisa diukur dari live chat.

Kira-kira kurang dari 3 menit anda akan direspon oleh dewaweb.

“Ah kalau pendekatan model ini (live chat via ninja) biasanya hal-hal yang bersifaat technical tidak akan dilayani dengan baik, karena mereka hanya akan memberikan anda link tutorial, selanjutnya silahkan pelajari sendiri”.

Anggap saja ada yang menyangga seperti itu.
Maka inilah jawaban saya, jika buta huruf di zaman now adalah tentang tidak bisa membaca atau menulis maka bisa dibenarkan pernyataan di atas. Namun ‘hari ini’ bicara buta huruf adalah membahas tentang bisa atau tidak menggunakan teknologi terkini untuk menunjang kinerja manusia.
1.   Panduan jelas.
2.   Responnya cepat.

Apa lagi yang ditunggu?

Semantara kenyataan saat ini adalah kita hidup di zaman teknologi, semuanya dituntut serba cepat. Termasuk kecepatan website untuk sukses online.

Jika website yang dikelola tidak bisa menjawab tantangan zaman, maka siap-siap untuk ditinggalkan oleh pengguna.
**
Jangan khawatir setiap masalah pasti ada solusinya. Mulailah mengunjungi dewaweb dan live chat dengan tim suport dewaweb.

Respon yang lebih melayani mungkin tidak diperoleh karena live chat via ninja. Bisa jadi itu benar, karena saya disini tidak ingin menyesatkan anda semua. Namun pengalaman saya memasang domain 2016 lalu dipandu sampai selesai.

Jadi intinya silahkan buktikan sendiri ulasan saya di atas, dengan mengalaminya sendiri barang kali bisa membuat anda percaya. 

Selamat mencoba semoga anda memiliki pengalaman yang sama dengan saya. Salam blogger.

Jakarta, 5 Januari 2019

Martin Karakabu

Guru Kampung

Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini

Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini
Guru dan siswa di Fef Papua Barat
Sebelum mengajar di SMA Kanaan Jakarta tahun 2013 lalu, saya pernah menjadi PNS di Fef Papua barat selama 2 tahun, (2010 sampai akhir tahun 2012).

Fef itu salah satu daerah terpencil di Kabupaten Tambrauw Papua Barat. Anda jangan membayangkan mall, sinyal HP pun tidak ada, listrik menjadi barang mahal bagi kami.

Pelita dan api unggun seadanyalah telah menjadi teman paling setia saat saya menyiapkan bahan untuk mengajar.

Untuk mencapai tempat tugas saya (Fef Papua Barat), membutuhkan perjalanan laut kurang lebih 8-9 jam. Mengitari perairan raja ampat dan sekitarnya, kemudian melawan ombak ganas di tepian perairan sausopor sebelum sampai ke Tambrauw.
Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini
Perjalanan dengan kapal menuju Sausopor
Mabuk laut karena ganasnya ombak telah menjadi makanan setiap bulan bagi kami, (guru) yang bertugas di daerah itu, sebab tidak ada pilihan lain untuk kami, kecuali mau berenang sampai di sorong.

Setibanya kami di Sausopor apakah tantangannya berhenti?

Sama sekali tidak, justru inilah tantangan yang sebenarnya. 12 jam perjalanan darat menggunakan mobil pick up dabel garden, melewati hutan belantara Papua Barat dengan berbagai tantangannya. Jalanan cadas yang batunya dua kali lipat lebih besar dari kepala manusia dewasa harus kami taklukan.

Saran saya jika anda sedang hamil jangan mengabdi sebab bisa jadi anda akan melahirkan di jalan.

Sekitar 6 jam perjalanan bertemankan batu cadas pun berakhir, tahap selanjutnya kami harus siap memasuki bagian yang paling ekstrim; yakni memasuki daerah yang disebut MEA, area rawa-rawa dengan keberadaan tanah bercampur lumpur sekitar lutut orang dewasa.

Jika cuaca tidak bersahabat (hujan) maka berkemah di jalan harus kami lakukan. Sama sekali tidak ada pilihan, kecuali nekat dan ingin mati.
Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini
Sebelum berangkat dari Sausopor menuju Fef
Memasuki Fef hanya kabut tebal yang menyambut kami dengan hawa dingin yang menusuk tulang, sebab kami berada di daerah pegunungan dengan ketinggian entah berapa kaki dari permukaan laut.

Itulah tempat tugas saya sebelum pindah ke Jakarta.

Kepada guru muda yang mungkin ingin mengabdikan ilmunya di pedalaman Fef Papua Barat.

6 Hal berikut ini perlu anda siapkan, sebelum berangkat.
1.   Fisik dan mental
2.   Ketergantungan kalian
3.   Harus siap jadi apa saja
4.   Sepatu bot, senter, dan parang
5.   Minyak tanah / solar yang cukup
6.   Kreatif

Saya akan bahas satu persatu.

Fisik dan Mental

Soal fisik harus benar-benar prima karena melelahkan sekali perjalanannya. Saya pikir tentang fisik tidak perlu dibahas lagi karena di bagian pengantar sudah saya jelaskan panjang lebar kondisi medan yang sesunggunya.

Bagian ini saya akan menjelaskan soal mental. Tips yang pertama, sekaligus saran yang paling utama. Jika anda tidak memiliki jiwa petualangan, atau panggilan untuk mengabdi di daerah pedalaman mendingan urungkan niat karena pastinya anda tidak betah.

Hanya mereka yang memiliki komitmen tinggi dan mau berkorban saja, yang betah di tempat yang tidak ada sinyalnya sama sekali.

Soal ini saya ingin cerita sedikit kawan,
Saya bertunangan dengan (wanita cantik) yang sekarang jadi istri saya pada tahun 2010 lalu. Kami nyaris tidak menikah karena sinyal yang tidak kunjung tiba.

Istri saya lahir dan besar di Jakarta, kondisi rill Papua tidak diketahunya dengan baik. Keluarganya mengira saya sudah menikah, selingkuh, dan lain sebagainya, itulah tantangan mental bagi kalian guru muda; meninggalkan pacar, keluarga, kesenangan kota, es krim, salon, atau pun game kesukaan kalian.

Apakah anda bisa?

Jika bisa berarti selamat anda seorang pengabdi sejati.

Itu soal mental karena di tempat tugas saya (Fef Papua Barat) hal-hal itu tidak ada. Gelap gulita jika malam, dan siang hanya kabut tebal dan kicauan burung yang didengar.

Ketergantungan Kalian

Bagian ini sebenarnya saya ingin menulis siapkan perlengkapan pribadi yang dibutuhkan. Obat-obatan dan kebutuhan pribadi yang lain. Namun saya ubah menjadi ketergantungan kalian.

Maksudnya jika anda pecandu kopi atau rokok maka sebelum berangkat saran saya beli sebanyak mungkin.

Saat bertugas di Fef, saya adalah pecandu berat kopi hitam dan rokok. Saya pernah mengalami situasi yang disebut kritis karena rokok.

Bulan pertama saat bertugas di Fef saya hanya membeli 3 bungkus rokok .... dan beberapa bungkus kopi .....

Saya mengira di tempat tugas saya (Fef Papua Barat ada kios=warung untuk Jakarta); yang menjual rokok dan kopi. Ternyata tidak sama sekali.

Belajar dari situ maka setiap ada kesempatan untuk ke kota Sorong maka dua hal itu yang saya utamakan, yakni kopi dan rokok.

Mengapa bukan makanan?

Tenang alam telah menyediakan dengan berlimpah rua. Masyarakat pun dengan iklas hati memberikan hasil buruan mereka, hasil alam yang diperoleh, atau pun hasil kebun kepada kalian guru muda, sebab bagi masyarakat Fef Papua Barat, menjaga guru adalah menjaga asa agar menjadi sama dengan daerah lain.

Itu pemikiran orang Fef Papua barat, tetapi tidak dengan rokok atau kopi. Mereka bisa saja memberikan anda uang seratus ribu, tetapi belum tentu mereka memberikan anda sebatang rokok jika tanggal tua menanti. Oleh karena itu, kepada guru muda yang mungkin tertarik  untuk mengabdikan diri di Fef Papua barat; saran saya beli sebanyak mungkin apa yang menjadi ketergantungan anda. Misalnya mie instan ya beli sebanyak mungkin, sebab di sana tidak ada warung untuk menjual hal-hal seperti itu.

Notes:
Kalau pun ada itu kerjaan ibu-ibu guru yang menaikan harga sampai setinggi langit kwkwk, Ibu Sitinjak, ibu Sisca, Mam Lusi, sa minta maaf e curhat sadikit boleh to kwkwk, jang marah ee..Sa rindu dengan kalian semua yang ada di Fef....Selalu semangat ya.

Siap Jadi Apa Saja

Maksud saya siap jadi apa saja seperti ini, masyarakat selalu menganggap orang kota, apalagi guru berarti tahu segala-galanya.
Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini
Bersama ibu-ibu di Fef Papua Barat
Contoh
1.   Saya adalah seorang guru Bahasa Indonesia, pernah diminta untuk memimpin ibadah di gereja, ini tidak menjadi persoalan serius sebab selama kuliah saya pun cukup aktif pada kegiatan gereja.

2.  Pernah ada radio rusak dan saya diminta tolong untuk membenarkannya, “we, ko bawah barang ini ke anak guru dulu, bilang tolong perbaiki bapa pu radio dolo”.

Terjemahan:
Hey bawah radio ini ke pak guru dulu, minta tolong untuk memperbaiki radio bapak yang rusak.

Guru muda sekalian, saya tidak paham dengan sesuatu yang berhubungan dengan elektronik, namun situasi dan kondisi yang mengharuskan saya untuk bisa melakukanya.

Kepadamu guru muda, jika tugas dan panggilan hati menempatkan kalian di pedalaman Fef Papua barat atau daerah lain; Saran saya bekali diri kalian dengan keterampilan di luar dari profesi guru. Sebab situasi dan kondisi tertentu mengharuskan kalian untuk bisa melakukanya demi saudara dan saudari kita di pedalaman.

Apakah ini yang dimaksudkan dengan kreatif?

Nantikan tulisan selanjutnya @bersambung.

Pendidikan Akan Lebih Baik Jika Guru dan Orang Tua murid Saling Bekerjasama, Begini Caranya

Pendidikan Akan Lebih Baik Jika Guru dan Orang Tua murid Saling Bekerjasama, Begini Caranya
Wali kelas X IPS 2 dan XI IPS 2
Tulisan ini hanya asal omong, saya tidak berani mengklaim bahwa ini adalah opini karena narasinya benar-benar ngawur.

Saya mulai dengan narasi ngawur yang dimaksud.

Saya bersyukur pernah menjadi guru di pedalaman Papua; termasuk bersua dengan kesahajaan masyarakat di kaki gunung Andong Magelang, dan beberapa daerah yang lain.

Sebagai guru, satu kesan yang paling mendalam bagi saya ialah pemahaman orang-orang daerah tentang pendidikan. Mereka menganggap pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah, tetapi tanggung jawab bersama.
1.   Tanggung jawab guru di sekolah, yakni memastikan 3 O pada peserta didik. Olah otak, olah hati, dan olaraga.
2.   Sedangkan rumah sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan orang tua sebagai guru yang pertama, benar-benar harus memastikan moralitas dan kehangatan keluarga ada dan diraskan oleh peserta didik.

Demikian juga dengan lingkungan masyarakat maupun pemerintah sebagai pelindung dan pengayom. Harus benar-benar ada, nyata, hadir, dan bersama guru sebagai pioner terdepan untuk saling bersinergi.

Jika ini terjadi maka bukan perkara sulit jika Indonesia bisa menggeser peran Finlandia sebagai negara dengan pendidikan paling maju saat ini.

Pesimiskah anda?
Saya bukan pakar apalagi tahu segala, namun saya percaya pada catatan sejarah.

Indonesia bisa membebaskan diri dari penjajah, bukan karena jong Java menganggap dirinya paling hebat, atau pun nyong Ambon berpikir mereka yang paling kuat. Sama sekali tidak, mereka bersinergi, bersatu, dan ahkirnya berhasil.

Merdeka!!!!

Semangatnya adalah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, Bahasa Indonesia. Jika semangat yang sama ditularkan pada masa ini, maka tidak musthail pendidikan yang lebih baik akan kita raih.

Contoh:
1.   Guru dan orang tua bersinergi, saling berkomunikasi secara intens, dan sepakat untuk satu presepsi dalam membentuk karakter dan intlektualitas peserta didik.
2.   Hal yang sama berlaku dengan lingkungan masyarakat dan pemerintah. Bersinergi, bersatu, dan saling mendukung satu sama lain.

Jika ini terjadi maka kerja guru semakin mudah. Dengan memudahkan kerja guru maka aspek prioritas dalam profesionalitas profesi guru benar-benar diterapkan.

Apa itu aspek profesionalitas profesi guru?
1.   Membentuk manusia seutuhnya, terjemahan bebas dari UUD 1985 tentang sistem pendidikan nasional.
2.   Menyiapkan peserta didik dengan skill, moralitas, dan wawasan kebangsaan yang mumpuni sebelum terjun ke masyarakat.
Itu pekerjaan yang sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa dilaksanakan. Mari kita mulai dengan hal yang paling sederhana, dan dimulai dari guru sebagai pioner terdepan.

Apa yang mesti dilakukan?

Pertama Wali kelas harus mempunyai grup whatsaap dengan orang tua murid.

Melalui grup komunikasi antara guru di sekolah dan orang tua di rumah saya percaya akan semakin baik. Paramter baik yang dimaksudkan ialah orang tua tahu perkembangan anaknya di sekolah. Itu kalau dilakukan dengan baik.

Lantas kalau tidak baik seperti apa?
Tidak baik jika komunikasi antara guru (wali kelas) dilakukan hanya pada saat-saat tertentu saja.

Contoh
1.   Mau terima rapor,
2.   Anak bermasalah di sekolah,
3.   Uang sekolah belum dibayar, dan
4.   Situasi insidental lainnya maka yang terjadi menurut saya adalah semakin jauhnya sekolah dengan orang tua murid.

Mengapa?
Sekolah dengan sendirinya menciptakan jarak dengan orang tua, dan bisa saja orang tua murid mengklaim, “sekolah tidak terbuka dan tidak bersahabat”

Lantas apa yang dilakukan?
Menurut pandangan saya,
1.   Wali kelas harus terus-menerus menjalin komunikasi dengan orang tua, setiap akhir pekan secara informal melaporkan perkembangan anak. Baik itu hal postif maupun hal negatif yang dilakukan peserta didik di sekolah.
2.   Meminta tanggapan orang tua tentang tindakan anak di sekolah, jadi konsepnya bukan melapor melainkan diskusi kemudian sama-sama mencari solusi.

Intinya membangun komunikasi antara personal yang intim dengan orang tua murid.

Kedua Kunjungan ke rumah

Jika ada guru yang mengklaim “ah itukan urusan guru BK” maka tidak akan terjadi kerja sama antara guru dan orang tua murid.

Mengapa?

Menurut saya ada banyak sekali penjelasan di bagian ini, tetapi intinya seperti ini. Wali murid adalah orang tua di rumah, sedangkan wali kelas adalah orang tua di sekolah.

Apa pun persoalan anak, idealnya diselesaikan dulu diantara orang tua di sekolah dan orang tua di rumah.

Mengapa?
Alasannya sederhana, yang namanya orang tua seharusnya lebih paham persoalan anak karena intensitas komunikasi yang terjalin.
Ada apa dengan guru BK?

Guru BK oleh anak-anak yang ‘bermasalah’ dianggap sebagai polisi. Pernyataan ini adalah pandangan pribadi, yang hadir dari pengalaman saya sebagai wali kelas.

Jadi apa yang harus lakukan oleh wali kelas....?

Berkunjung saat ulang tahun.

Jika guru berkunjung ke rumah orang tua murid pada saat peserta didik sedang sakit itu baik. Tetapi jauh lebih baik lagi, jika guru berkunjung juga disaat ulang tahunnya.

Saya tidak bisa menjamin relasi antara guru, orang tua, dan anak akan menjadi lebih dengan melakukan cara ini; tetapi saya pernah menjadi wali kelas, pernah lakukan ini, dan pernah ditangisin oleh satu kelas disaat mengundurkan diri dari SMA Kanaan Jakarta Juni 2018 lalu.

Tidak ada hal istimewa yang saya lakukan, hanya membawa beberapa orang anak murid dan menghadiri ulang tahun murid yang lain.

Mengunjungi orang tua murid yang sedang sakit.

Jika ada orang tua murid yang sakit dan wali kelas bisa luangkan waktu sedikit untuk berkunjung ini akan menjadi lebih baik.

Lebih baik buat siapa?
Lebih baik buat orang tua murid yang sedang sakit, pihak sekolah, dan wali kelas.

Letak baik yang dimaksudkan adalah membangun perasan empati, sebelum bersinergi dalam membentuk karakter peserta didik.
***
Cara-cara sederhana seperti ini sudah saya lakukan dan cukup berhasil dalam membangun kerja sama diantara orang tua dan wali kelas.

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan oleh wali kelas untuk membangun kerja sama dengan orang tua maupun peserta didik, untuk pendidikan yang lebih baik.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Kesimpulannya

1.   Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, supaya tanggung jawab bersama bisa berjalan dengan baik dibutuhkan kerja sama antara guru, orang tua murid, lingkungan, maupun pemerintah.
2.   Sebagai wali kelas kitalah garda paling depan untuk membangun kerja sama dengan orang tua di rumah. Ini bisa dimulai dengan membuat  grup whatsaap atau pun grup line. Selanjutnya komunikasi intens dengan orang tua tentang perkembangan anak di sekolah.

Konsep yang dipakai adalah diskusi untuk solusi bukan melapor kemudian selesai urusannya.

3.   Berkunjung saat ulang tahun peserta didik, atau pun menjenguk orang tua murid yang sedang sakit adalah solusi alternatif untuk membangun kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua.

Semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu guru wali kelas.

Catatan Tambahan

Murid saya usianya baru 15 tahun, saat ini duduk di kelas X SMTK Bethel Jakarta, dia pun tahu bahwa kerja sama itu sangat penting untuk pendidikan yang lebih baik. Simak ulasanya yang berjudul Negara harus Hadir:Sinergiritas Harus Terjadi untuk Pendidikan yang Lebih Baik.