3 Rahasia Guru yang HARUS Diketahui Oleh Siswa


3 Rahasia Guru yang HARUS Diketahui Oleh Siswa
Guru bangsa dan sidangn pembaca yang terhormat, tulisan yang diberi judul, 3 rahasia guru yang harus diketahui oleh siswa; membahas tentang dua hal.

Pertama tentang tujuan sekolah. Kedua tentang implementasi “3’ O” dalam kegiatan belajar mengajar Bahasa Indonesia.

Semua ulasan dalam postingan ini hanyalah opini, namun harapannya adalah sebagai berikut:

1.   Mampu memberi pemahaman kepada orang tua bahwa belajar di sekolah tidak hanya tentang nilai 90 atau peringat kelas. Namun lebih dari itu. simak lebih lanjut penjelasan berikut.

2.   Setelah tahu bahwa belajar tidak sebatas mendapatkan nilai 90 atau peringkat kelas. Maka diharapkan adanya kerja sama yang baik antara guru dan orang tua. Maupun pihak sekolah dengan lembaga terkait.
***

Guru bangsa dan sidang pembaca yang terhormat, “untuk apa bersekolah?”.

“toh tanpa sekolah pun orang bisa sukses”.  

Pertanyaan maupun pernayataan semacam ini terkadang menjadi ironis jika disampaikan pada zaman yang serba digital sekarang ini. Namun terkadang saya pun membenarkan argumentasi segelintir orang yang mengganggap tanpa sekolah pun orang bisa sukses.

Faktanya menteri kelautan dan perikanan, Susi Pujiastuti; walaupun pendidikannya hanya SMP namun beliau bisa bergabung di kabinet kerja Jokowi. Artinya setiap pandangan tentang sukses, apakah harus berpendidikan tinggi atau tidak tergantung latar belakang pendidikan, budaya, dan profesi yang dimiliki.

Tentunya mengulas soal sukses setiap orang memiliki pandangan yang berbeda, pasti selalu menghadirkan pro dan kontra yang tidak pernah habis dibahas dalam selember tulisan. Namun mari kita lihat tujuan pendidikan nasional;  Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pasal 3.

“Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab." 

Artinya orang sekolah bukan saja untuk cerdas secara akademis, untuk pintar berdagang, atau supaya memiliki banyak teman, tetapi tujuan pendidikan lebih dari itu; yakni “menciptakan” generasi muda yang cerdas otaknya, baik budinya, dan dilengkapi dengan raga yang sehat.

Dalam pandangan Jhon Kore OFM, seorang imam Katolik, disebutnya sebagai 3 O. Yaitu olah otak, olah hati, dan olah raga. Secara teologis saya maknai sebagai tangguh di dalam iman, unggul di dalam prestasi, dan santun di dalam budi pekerti. 

Ketiga hal itulah yang akan dibiasakan oleh sekolah sebagai lembaga pendidikan formal; dalam mengaktualisasikan tujuan pendidikan nasional.

Tentunya setiap guru dan setiap sekolah mengaplikasikan tujuan pendidikan yang selanjutnya saya sebut sebagai program 3 O dengan cara-cara yang sedikit berbeda. Hal ini disesuaikan dengan kualitas guru dan sumber daya yang ada pada siswa-siswi yang dibimbing.

Aktualisasi program 3 O dalam pelajaran Bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.

Olah Otak

Bagaimana cara mengolah otak?.

Secara teori sepertinya agak sulit untuk dijelaskan, namun dalam praktik tentunya melalui kegiatan belajar mengajar di kelas; baik secara teoritis dan praktis.

Misalnya melatih keterampilan berbicara, pidato, debat, diskusi, baca puisi, drama, keterampilan menulis, dan masih banyak lagi. Termasuk di dalamnya ada keterampilan mendengar, dan membaca.

Keempat hal tersebut dalam pelajaran Bahasa Indonesia disebut sebagai 4 aspek keterampilan berbahasa. Secara teoritis maupun paktis kemasan yang dilakukan guru pada hakekatnya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dalam pandangan pastor Jhon Kore disebut olah otak.


Olah Hati

Olah hati, apa maksudnya?. 

Secara teoritis ranahnya adalah guru agama, misalnya agama Kristen dengan proses penanaman nilai-nilai Kristiani, termasuk di dalamnya ada bimbingan konseling, pendidikan kewarganegaraan, dan sosiologi tentang norma-norma sosial.

Secara praktis apa yang dilakukan untuk mengolah hati dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Saling menghargai pembicaraan teman lain dalam berdiskusi, tahu dengan siapa kita berbicara dan dalam situasi apa, memahami etika berkomunikasi di publik dan pribadi.

Bukan saja secara praktis, namun secara teoritis proses penciptaan karya sastrapun soal “hati” menjadi poin penting untuk dibahas; selain unsur intrinsik dan ekstrinsik yang pernah dipelajari dari guru Bahasa Indonesia.


Olah Raga

Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat.

Artinya apa?,

Apakah dalam pelajaran Bahasa Indonesia kita akan olaraga?.

Jawabannya bukan. 

Olaraga yang dimaksudkan adalah guru Bahasa Indonesia dalam setiap pembelajarannya selalu menasihati siswa-siswinya untuk hidup sehat, menjaga tubuh sebagai bait suci Allah, termasuk menganjurkan untuk berolaraga.

Jadi point tentang olaraga dalam pembelajaran Bahasa Indonesia lebih kepada himbauan untuk hidup sehat dan menjaga tubuh sebagai bait suci Allah (ajaran Kristiani).

Kesimpulannya

1.   Tujuan sekolah adalah menyiapkan generasi muda yang cerdas, bermoral, dan memiliki tubuh yang sehat karena pola hidup yang teratur.

2.   Praktiknya di setiap sekolah dan dalam setiap pelajaran, termasuk dalam perjumpaan dengan guru di kelas tentu berbeda-beda satu dengan yang lain. Namun tujuan tetap satu, yakni “menciptakan” generasi muda yang cerdas, bermoral, dan sehat.

3.   Khusus dalam Bahasa Indonesia, siswa disiapkan untuk memahami dan menerapkan 4 keterampilan berbahasa secara baik dan benar, melalui KBM. Kemudian menggunakan nuraninya untuk memahami proses penciptaan sastra dan dalam berkomunikasi dengan orang lain. Baik secara perorangan maupun kelompok. Selain itu gurupun selalu menghimbau dengan nasihat-nasihat tentang pola hidup sehat dan menjaga tubuh sebagai bait suci Allah.

Martin Karakabu
Guru Kampung


Baca juga artikel yang terkait dengan postingan ini;
3 Rahasia Guru yang HARUS Diketahui Oleh Siswa


Catatan Tambahan:


1.   Tulisan yang diberi judul 3 rahasia guru yang harus diketahui oleh siswa, hadir di hadapan sidang pembaca yang terhormat dengan tujuan untuk berbagi dan belajar bersama.

2.   Tidak dimaksudkan untuk menggurui atau merasa diri paling tahu. Apabila membawa manfaat itu semua karena Tuhan. Jika tidak berfaedah, abaikan saja karena ini hanyalah celotehan seorang guru kampung biasa. Salam damai@

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "3 Rahasia Guru yang HARUS Diketahui Oleh Siswa"

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel