Air Mata Bahagia: Plono Sebuah Memori

Air Mata Bahagia: Plono Sebuah Memori
Hellen Yoanita dan keluarga asuh saat live in/dok pribadi
Selasa, 27 April 2018, waktu menunjukkan pukul 5 tepat. Kami siswa-siswi kelas 11 SMA Kristen Kanaan berkumpul di sekolah untuk berangkat menuju Desa Plono, salah satu desa di Yogyakarta. Kami pergi bukan untuk karya wisata melainkan untuk Live In, kegiatan dimana kami tinggal selama 3 hari dengan masyarakat setempat. Kami pergi menggunakan bis dan perjalanan kami cukup melelahkan dan memakan waktu kurang lebih 21 jam. Namun, perjalanan kami yang melelahkan itu terbayar dengan sambutan hangat dari warga penduduk setempat.

Selama 3 hari saya tinggal dengan orang tua asuh saya, banyak kesan yang saya dapatkan. Salah satunya adalah bagaimana ibu asuh saya memperlakukan saya dan teman-teman seperti anaknya sendiri. Di tengah-tengah kesibukan saya dan teman-teman mempersiapkan berbagai macam acara, orang tua asuh saya selalu mengingatkan saya untuk pulang makan terlebih dahulu. “Makan dulu, nanti kalo gak makan sakit” begitu kata ibu asuh saya pada saat saya tidak sempat pulang untuk makan siang. Tetapi kesan selama live in ini tidak hanya saya dapatkan selama tinggal bersama dengan orang tua asuh saya di Plono, banyak juga kesan yang saya dapat dari setiap persiapan sebelum kami berangkat Live in.

Salah satunya adalah persiapan kelas kami untuk malam puncak perpisahan. Penampilan kami malam itu mungkin terkesan biasa saja dan banyak sekali kekurangan. Namun tidak ada kekecewaan di dalam hati kami, karena kami tahu kami sudah memberikan yang terbaik yang kami punya dan kami mempersiapkan semuanya itu bersama-sama. Banyak masalah yang kami hadapi dan tidak dapat dipungkiri bahwa masalah yang kami hadapi, awalnya membuat kami hampir menyerah dan terpecah. Tapi setelah itu kami sadar, untuk bisa memberikan yang terbaik dan juga untuk membuktikan bahwa kami bisa, kami harus bersatu. Kami menjadi kuat karena kami punya satu tujuan yang sama. Dan terbukti, kami sangat puas dengan apa yang kami tampilkan malam itu.

Banyak pelajaran yang saya dapat selama Live In. Saya belajar untuk menghargai pendapat orang lain lewat persiapan kami. Saya juga belajar untuk bersyukur atas apa yang sudah saya miliki lewat orang tua asuh saya selama disana. (Hellen Yoanita)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Air Mata Bahagia: Plono Sebuah Memori"

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel