Hari Pertama Masuk Kerja di SMA Bethel Jakarta Menghadirkan Banyak Kesan dan Cerita Unik

Bersyukur  pada  situasi dan kondisi yang mengharuskan supaya disiplin. walaupun saya belum termasuk orang yang disiplin. Namun saya tahu disiplin itu penting. Berawal dari pemahaman seperti itu, dan memang niatnya untuk memperbaiki diri maka saya berusaha untuk tidak terlambat masuk kerja; pada hari pertama masa kerjaku di SMAT Bethel Jakarta (Rabu 25/Juli 2018).

Pukul 06.00 WIB saya berangkat dari Tanjung Priok Jakarta Utara menuju Tanah Abang Jakarta Pusat (SMA Bethel). Tiba di sana 06.30 WIB saya kira sudah terlambat, tetapi ternyata pintu sekolah belum dibuka.

“Tidak apa - apa” pikir saya saat itu, ini hanyalah sebuah pengalaman. Namun harapanku semoga disiplin terus menjadi prioritasku dalam bekerja. Niatnya semoga bisa menjadi contoh dalam perbuatan, bukan hanya melalui kata kata. Semoga seperti itu.

Lupa Kunci Motor di Parkiran Sekolah

Terlalu bersemangatnya saya untuk menjumpai siswa-siswi di sekolah tersebut sehingga lupa kunci motor di parkiran sekolah.  Alkasil kunci motor tetap menempel di motor mulai pukul 06.30 sampai 15.00 WIB saat pulang sekolah.

Pesanya adalah bahagia boleh tetapi jangan berlebihan. Jika berlebihan akibatnya adalah fokus pada satu hal namun pengabaian terjadi pada hal yang lain. Memang tidak sengaja hal seperti itu terjadi; namun jika sesuatu yang berlebihan akibatnya ya seperti pengalaman saya ini.

“Bukankah kopi terasa tidak nikmat jika kebanyakan gula?”,

Saya Dikira Guru Matematika

Kelas pertama yang saya masuki ialah kelas XI. Sekitar 37 anak dalam satu kelas menurut saya harus dibilang “wah”. Apakah mereka ribut?, sama sekali tidak. Tetapi jurus diam mereka membuatku bertanya tanya. "Ada apa ini?".
Setelah diselidiki lebih lanjut, ternyata mereka takut dengan muka saya. Katanya muka saya seram.

“Memangnya kenapa kalau muka saya seram?”

tanya saya kepada salah satu anak. "iya pak kalau mukanya seram pasti guru Matematika, jadi kami takut". Ampun segitunya sama guru matematika hehe..

Di kelas ini saya harus kreatif, teknik mengajar paling terbaik harus dilakukan, jika ingin setiap anak mendapatkan sesuatu yang berguna. Jika tetap memakai cara-cara lama, seperti ceramah; pastinya hanya mereka yang secara akademik di atas rata ratalah yang bisa memahami maksud saya.

Mengapa demikian?

Jawabannya adalah terlalu banyak jumlah siswa di kelas tersebut sehingga kegiatan belajar mengajar agak sedikit kurang kondusif (menurut saya). Selanjutnya soal tekniknya seperti apa nantikan cerita saya pada artikel berikutnya.

Kelas XII SMA Bethel Mengingatkanku pada Siswa-Siswi Istimewa di SMA Kanaan.

Sekitar pukul 10.45 WIB saya harus mengajar di kelas XII. Melangkahkan kaki untuk pertam kali di kelas tersebut membuat saya menahan sesuatu yang disebut tangisan.

Mengapa?

Sesuatu yang secara emosi membawaku pada masa lalu. Kepada siswa-siswiku di SMA Kanaan Jakarta. Kepada mereka yang menamakan diri kuncup. Mengapa? cara mereka dan gaya mereka sama persis dengan gaya Hellen Yoanita dan kawan-kawannya di SMA Kanaan Jakarta.

Seruuhh dan asik...Seperti itulah kesan pertama saya dengan siswa-siswi luar biasa yang ada di kelas ini. Selanjutnya saya tidak ingin cerita panjang lebar tentang anak-anak di kelas ini karena hanya akan meningatkanku pada sosok muda di bawah ini.
Hari Pertama Masuk Kerja di SMA Bethel Jakarta Menghadirkan Banyak Kesan dan Cerita Unik
Kuncup itu kami/dok pribadi
Satu yang pasti di kelas ini saya harus siapkan mereka untuk ujian nasional, tetapi di sisi yang lain saya pun harus membekali mereka dengan skil-skil tertentu jika kelak mereka terjun ke lapangan sebagai pelayan Tuhan.

Saya yakin dengan usaha dan kerja keras semua mimpi dan harapan bisa diwujudkan di tempat ini.


Baca Juga:


Dari Tajah Menuju Sentani: Perjalanan Studiku yang Pertama Bersama Bruder Feliks Kalakmabin, OFM


Kelas X B Misteri Buat Saya

Pendekatan persuasif, super sabar harus dilakukan dengan ekstra jika berada di kelas ini. Itu kesan pertama yang saya dapatkan setelah memasuki kelas ini. Jika ditanya mengapa demikian, jawabannya adalah banyak karakter yang berbeda di kelas ini. Baik dari segi kongnitif, afektif, maupun psikomotorik. Selanjutnya saya belum bisa simpulkan banyak hal di kelas ini karena masih mempelajari karakter dan gaya khas mereka. namun satu yang pasti setiap anak berharga di mata Tuhan.

Demikian cerita dan kesan saya di SMAT Bethel Jakarta di hari pertama masuk kerja. Semua tulisan ini dibuat sebagai dokumentasi perjalanan seorang guru kampung. salam damai.


Jakarta, 25 Juli 2018

Martin Karakabu

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hari Pertama Masuk Kerja di SMA Bethel Jakarta Menghadirkan Banyak Kesan dan Cerita Unik "

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel