Hellen Si Cerdas yang Potensial

Martin Karakabu: Hellen Yoanita siswi SMA Kanaan Jakarta
Hellen Yoanita/Dok pribadi
Hellen Yoanita, sosok muda ini membuatku bingung, mau memulai menulis dari mana dan tentang apa. Karena dia itu, bagiku segalanya berpadu menjadi satu. Ada senyum yang buatku bangga pada anak muda ini, ada kesal yang akhirnya membuatku geram, namun tak jarang tertawa sendiri jika mengingatnya. Terlalu banyak inspirasi dari sosok ini. Pernah terpikirkan olehku menyandingkannya dengan Yuanita Cristiani, seorang presenter cerdas lagi berbakat. Namun memulai angle yang tepat agar fokus lagi-lagi sulit. 

Ah, Hellen, dirimu sunggu terlalu. Akhirnya kuputuskan untuk menulisnya dengan ramuan gaya yang agak berbeda, berharap alurnya bisa dipahami dan pesan tersirat maupun tersurat bisa dimengerti oleh pembaca. Penuh harap.

Siapa si sosok Hellen ini.
Keceriaan dan teriakan khas gaya remaja metropolitan menjadi ciri umum dari gadis cerdas kelahiran Jakarta, 18 April 2001 ini. Jika disurvei di kelasnya, pernyataan saya hampir pasti bukan opini. Teman-temannya pasti setuju kalau “dara manis” yang sangat menikmati hidup ini bisa mempengaruhi kelas X IPS 2. Tentunya dibantu oleh dua dayangnya, Clara si mojang Bandung dan JL, si cerdas yang penakut, hehhehe.

“Ah, parah amat si, pak Martin ne, katain gw penakut”; kira-kira seperti itulah komentar Jenifer Limsen jika sosok ini sempat membaca tulisan ini.
*
Ayo, fokus lagi pada topik. Hobi Hellen Yoanita, alumni SMP Kanaan Jakarta ini sangat sesuai dengan zaman dan usianya. Main HP dan dengar lagu. Moto hidupnya penuh muatan filsafat dan teologi.

Belajar Melepaskan dan Mengenali Karya Tuhan dalam Kehilangan. Let Go and let god.

Moto hidup yang jika dijalani dengan sepenuh hati pasti bisa menghasilkan generasi yang mentalnya kuat dan menempatkan Tuhan sebagai juru mudi.

Tidak heran, meski tapa lakunya sedikit “spesial” di sekolah. Namun, remaja ini adalah tim sukses Tuhan Yesus di dunia yang cukup aktif di gerejanya. Mimpinya suatu saat bisa menjadi pebisnis yang sukses dan menjadi berkat bagi orang lain. Semoga.

Selain cerdas, gadis ini menurut saya sebagai wali kelasnya cukup banyak talenta yang diberikan Tuhan padanya. Yang pasti ada kecerdasan dalam dirinya, namun mentalnya harus terus dibina agar potensi tersebut tidak meredup.

Ada jiwa kepemimpinan yang baik. Sabang hari kami pernah merencanakan untuk berwisata ke suatu tempat dengan seluruh murid kelas X IPS 2. Saat saya memintanya dan beberapa orang rekannya yang lain untuk mengkoordinir acara tersebut, cukup menjanjikan. Gayanya mempengaruhi orang, sikapnya dalam bernegosiasi cukup baik. Bukan hanya itu, potensi lain adalah menjadi orator beken. Bukan tanpa sebab, tetapi potensi besar tersembunyi dalam masa remajanya yang ceriah.

Bakat seni, sepertinya iya, tetapi saya tidak terlalu tahu, karena tidak menggelutinya.

Semoga ulasan yang tak berujung ini bisa memberi gambaran tentang sosok muda yang menginspirasi ini.

Usaha yang tak ingin diketahui.
“Terlambat lagi dan terlambat lagi”, Kata saya. “maunya gimana si”, hardikku dengan emosional, kalah itu.

Dia hanya diam, menatapku. Entahlah apa yang dipikirkan, akupun tak tahu. Mungkin gumamnya dalam hati, “ah pak Martin, loe ga tahu kalau saya sudah berusaha untuk tidak terlamabat”. Mungkin.

Setelah persoalan terlamabat yang berulang, saya sepertinya lelah dan kubiarkan gadis ini dengan caranya. Satu hal semoga dia tahu apa yang saya mau darinya, pikirku kalut saat itu.

Selang beberapa bulan, kutengok daftar absen kelas. Puji Tuhan, gadis ini menunjukan perubahan tanpa kuketahui. Ah Hellen, dikau membuatku bingung saja dengan sikap dan perubahan yang dihadirkan.
**
Makan di kelas, dengan sejuta tantangan yang kuberikan, dijawab dengan sangat amat sempurna. Cukup sulit bagi seorang guru sekalipun menjawab tantangan tersebut. Membuat TTS 25 menurun dan 25 mendatar dalam waktu yang sangat amat singkat. Hellen, siswa kelas X IPS 2 SMA Kanaan Jakarta bisa; dan sangat sempurna.

Rasa kagumku pun semakin menjadi pada sosok muda ini, tetapi kusembunyikan karena mentalnya harus terus dibina.

“Dia mengerjakan itu saat jam 11 malam pak Martin,” kata sang bunda padaku di sela-sela penerimaan rapor mid semester, kamis, (6/4/2017) di ruang kelas X IPS 2 SMA Kanaan Jakarta.
Martin Karakabu: Hellen Yoanita siswi SMA Kanaan Jakarta
Senang menemani Hellen Yoanita dan Kawan juara 1 debat KKG
Lomba debat, lagi-lagi tantangan kuhadirkan dan dijawab dengan hasil yang cukup baik bagi pemula. Hellen oh Hellen, penuh tanya dan decak kagum.
***
Litani tentang fenomenalnya sosok muda ini, sampailah pada suatu kesimpulan bahwa; gadis cantik ini, anak yang baik karena dasar yang kuat diletakan dalam keluarga. Namun, mentalnya harus terus dibina agar menjadi orang yang berguna bagi bangsa dan gereja. Pro Ecklesia et Patria.

Berikan tantangan, bumbui dengan motivasi, dan pakailah pendekatan persuasif maka hasil terbaik akan dipersembahkan oleh si cerdas ini.

Hellen, terima kasih telah menjadi bagian dari perjalanan saya, dan mengizinkan saya untuk menemani tumbuh kembangmu. Semoga Tuhan selalu memberkati masa mudamu. ***

Catatan perjalanan dan perjumpaan dengan murid hebat dan menginspirasi 

-Martin Karakabu-
Guru Kampung

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Hellen Si Cerdas yang Potensial"

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel