Kutemukan Banyak Emas di Desa Kecil: Refleksi Live In

Kutemukan Banyak Emas di Desa Kecil: Refleksi Live In
Wynne Gabriella tengah/dok pribadi
Live In, kegiatan rutin untuk setiap angkatan ini membawa kesan yang sangat membekas dan berbagai pengalaman baru yang berharga untuk saya. Pembelajaran demi pembelajaran hidup berdatangan bahkan saat masa persiapan Live In. Mulai dari pengumpulan dana sampai akhir kegiatan pun turut memberi pelajaran hidup yang tidak akan bisa dibeli di mana pun juga. 

Petualangan menemukan emas kehidupan ini tidak akan pernah terhapus dari gudang memori saya, menjadi kenangan baik yang tak terlupa seumur hidup saya.

Perjalanan 21 jam yang saya lalui di dalam bis mengajarkan saya untuk bersabar. Perjalanan yang melelahkan punggung dan tulang duduk ini memaksa saya bekerja sama dengan kebosanan dan juga cara menahan diri. Dengan lelah di sekujur tubuh, saya sampai di desa tersebut, lagi-lagi saya mendapat pelajaran lainnya. Saya harus rela dan mandiri berjalan ke gereja dengan jalan yang menanjak. Setelah seharian bergelut dengan rasa lelah, sesampai di rumah tempat saya menetap rasa lelah seolah menguap, disambut hangat dengan segelas teh manis oleh keluarga asuh saya membuat rasa-rasa nyaman menggeser rasa lelah di hati.

Bayangan saya sebelum tiba ke kediaman orang tua asuh saya, Pak Samidi, adalah “wah, airnya keruh kali ya”, “rumahnya gimana ya”, dan lain sebagainya. Tapi setelah saya sampai disana, semuanya jauh lebih baik dari ekspektasi saya. Saya bersyukur mendapat rumah menetap yang lebih baik dari teman-teman saya.

Orang desa lebih “BERADAB” dari orang kota yang katanya berintelektual lebih tinggi dari orang desa. Desa Samigaluh, adalah sebuah desa budaya yang orang-orangnya ramah, mau menyapa bahkan tidak mengenal orang itu sekalipun. Salut sama keramahan penduduk di sana. 

Saya sempat berfikir ‘kayaknya kalo hilang disini aman-aman saja ya’. Persiapan drama pun tidak kalah memberi pengalaman untuk saya. Saya senang melihat teman-teman saya saat latihan, tersenyum dan menari bersama. Saat eksekusi pun terasa kekeluargaan yang kuat dan saling berkorban antar anak-anak IPA. 

Live In kali ini sangat memberi kesan dan kenangan untuk saya. Malah saya ingin kembali ke desa itu saat ada kesempatan. (Wynne Gabriella refleksinya tentang live in di desa Plono, Jogja)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Kutemukan Banyak Emas di Desa Kecil: Refleksi Live In "

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel