Sumber-sumber Hebat yang Dibutuhkan untuk Mengajar Drama

Apapun kurikulumnya dan berubah sampai berapa kalipun. Keberhasilan pendidikan tetap ada di tangan guru sebagai pioner terdepan. Berpatok pada perangkat mengajar itu baik, namun jauh lebih baik jika berinovasi agar tujuan pelajaran tercapai.
Sumber-sumber Hebat yang Dibutuhkan untuk Mengajar Drama
Totalitas harus diajarkan sejak dini/dok pribadi
Sidang pembaca terkasih, membahas soal teknologi dan kegiatan belajar mengajar di sekolah selalu menarik. Menghadirkan kontradiksi, dan tentunya membangkitkan harapan untuk terus berkarya. Sisi yang lain kita diperhadapkan dengan sumber daya manusia (baca: guru) yang berbeda zaman; sedangkan pada sisi yang lain medan perjuangan kita adalah anak - anak zaman digital yang selalu menghadirkan sejuta kontroversi. Ibarat dua kepingan mata uang saling mengikat, namun sulit untuk diperhadapkan sisi yang satu dengan sisi yang lain.

Hal ini menarik untuk dianalisis lebih lanjut. Namun, pada kesempatan ini saya hanya membahas tentang cara menarik minat siswa untuk belajar Bahasa Indonesia dengan pemanfaatan teknologi informasi. Tepatnya ulasan saya mengenai cara efektif mengajari siswa SMA memahami drama dengan memanfaatkan android.  
***
Setiap kita yang menjadi guru atau profesi apapun di negeri ini; tentunya secara formal pernah belajar Bahasa Indonesia. Syukur ada guru kreatif, namun tidak jarang kita diperhadapkan dengan ceramah sang guru tentang unsur intrinsik, ekstrinsik, gestur, artikulasi, penokohan, latar, dan lain sebagainya. Secara teori ini membosankan. Apa yang saya katakan sepertinya skeptis sekali terhadap guru Bahasa Indonesia, namun sejujurnya itu yang saya rasakan dan saksikan saat masih berstatus pelajar dan saat menjadi guru.
Sumber-sumber Hebat yang Dibutuhkan untuk Mengajar Drama
Properti yang digunakan/dok pribadi
Belum lagi kebijakan kurikulum di sekolah - sekolah tertentu menempatkan pelajaran Bahasa Indonesia di jam terakhir. Jam pertama matematika, kedua fisika, ketiga kimia dan terakhir Bahasa Indonesia untuk jurusan IPA. Jurusan IPS pertama akuntansi, kedua matematika, ketiga sejarah; metode yang digunakan adalah ceramah. Lantas jam terakhir guru Bahasa Indonesia hadir dengan metode yang sama; maka selesailah sudah animo siswa untuk belajar Bahasa Indonesia. Namun guru bangsa, secara khusus guru Bahasa Indonesia di mana saja mengabdi. Melalui perkembangan teknologi informasi saat ini kita sangat terbantu. Berikut ini akan saya bagikan pengalaman mengajar Bahasa Indonesia, materi drama dengan memanfaatkan android atau HP dengan fasilitar internet.
Sumber-sumber Hebat yang Dibutuhkan untuk Mengajar Drama
Salah satu adegan dalam drama /dok pribadi
Rekan guru dan pembaca kritis, sekolah tempat saya mengbadi, SMA kanaan Jakarta1*. Umumnya siswa-siswi memiliki android, dan kebijakan sekolah dengan adanya kurikulum 2013 siswa diperbolehkan membawa HP ke sekolah (sebelumnya dilarang). Fakta yang lain, jika pelajaran Bahasa Indonesia animo siswa cenderung tidak begitu antusias. Hal ini subjektif sekali, apalagi tanpa data, namun setidaknya itulah yang saya alami. Berbagi inovasi saya lakukan, salah satunya adalah memanfaatkan HP dengan fasilitas internet yang dibawah siswa untuk mempelajari drama. Secara teknis inilah yang saya lakukan. Pertama membagi siswa dalam beberapa kelompok dan saya meminta mereka (baca: siswa) untuk menulis teks drama. Sampai di sini saya tidak menjelaskan cara membuat teks drama yang benar itu seperti apa, namun saya meminta mereka untuk mencari di internet contoh-contoh teks drama dengan memanfaatkan android yang dibawah siswa. Hal yang sama berlanjut sampai proses perekaman. Saya hanya menempatkan diri sebagai fasilitator dan motivator. Semuanya siswa yang kerjakan. Saya ingin mengajak siswa untuk belajar menemukan sendiri 2** (Discovery Learning).
Sumber-sumber Hebat yang Dibutuhkan untuk Mengajar Drama
Salah satu adegan dalam drama/dok pribadi
Pembuatan drama yang dikemas dengan menggunakan model discovery learning selesai. Tahap berikutnya, saya meminta siswa untuk mempublikasikannya melalui youtube; tentu sebelum melangkah pada tahap ini, ada penyortiran yang saya lakukan untuk menjaga hal-hal yang tidak berkenan. 
Contoh videonya bisa lihat https://www.youtube.com/channel/UCcRsGVfEW5rWsnO1h5qrqyA?view_as=subscriber (Kalau mau ya)

Saat semua tahap sudah dilakukan, maka langkah selanjutnya ada dua hal yang saya minta kepada peserta didik untuk dilakukan.

Pertama meminta perwakilan kelompok untuk menjelaskan judul drama yang diciptakan, siapa saja yang terlibat, ceritanya seperti apa, hingga pada pesan yang disampaikan dalam drama tersebut. Setelah siswa melakukan semua itu, kemudian saya menjelaskan bahwa judul yang mereka sebutkan dalam drama tersebut; dalam karya sastra dikenal dengan istilah tema. Kemudian saya menjelaskan perbedaan tema dan judul.Hal ini penting karena sejatinya antara tema dan judul berbeda. Terkait hal ini mungkin akan dijelaskan dalam kesempatan lain. Kemudian cerita yang anak-anak ceritakan dalam drama dikenal dengan istilah alur. Tahap ini menjadi “panggung saya” untuk menjelaskan hal-hal terkait drama, secara khusus unsur intrinsik dan ekstrinsik.

Tahap kedua saya meminta setiap kelompok untuk memberikan ling youtube, dan secara bersama-sama menonton melalui proyektor. Setelah tahap ini dilakukan; kembali saya meminta kelompok lain untuk menanggapi kekurangan dari tampilan drama tersebut. Setelah proses ini selesai maka bagian akhir kembali menjadi panggung saya untuk menjelaskan tentang cara membuat naskah drama yang benar, tata panggung, gestur, ekspresi dan lain sebagainya. Intinya pada bagian kedua saya menjelaskan proses pembuatan drama, hal-hal teknis dalam bermain peran dan mempertegas kembali soal unsur ekstrinsik dalam drama.

Apa manfaat yang diperoleh dengan menggunakan pembelajaran seperti ini?

Setidaknya ada tiga hal. Pertama, siswa tertarik dan tidak jenuh dalam belajar Bahasa Indonesia. Kedua, menimbulkan ingatan yang kuat. Setidaknya itu yang saya rasakan melalui perubahan pada nilai ulangan yang diperoleh siswa. Ketiga anak dilatih untuk membangun kerja sama tim yang baik.  

Jadi kesimpulannya adalah sebagai berikut:


1.     Mengajar materi tentang drama tidak harus menggunakan metode ceramah atau CBSA (plesetan dari catat buku sampai habis); melainkan rekan guru bisa menggunakan metode Discovery Learning.

2.     Di zaman canggih seperti ini, apabila seorang guru yang sudah puluhan tahun mengajar namun tetap menggunakan cara-cara lama puluhan kali maka kurikulumnya berubah sampai berapa kalipun; keberhasilan pendidikan tetap tidak akan tercapai; karena keberhasilan pendidikan (menurut saya) ada di tangan guru sebagai pioner terdepan. Oleh karena itu, berpatok pada perangkat mengajar itu baik, namun jauh lebih baik lagi jika berinovasi agar tujuan pelajaran tercapai.

Semoga bermanfaat.

Penutup

Apa yang saya katakan melalui tulisan ini semuanya berasal dari pengalaman. Tidak dimaksudkan untuk menggurui para guru, tetapi hanya berbagi barang kali bisa berarti bagi dunia pendidikan saat ini. Mohon maaf jika ada kata maupun deretan kalimat yang menyakiti rekan guru sekalian. Salam hormat buat guru bangsa di mana saja mengabdi #banggajadiguru  

Catatan tambahan :

Teknik seperti ini tidak cocok untuk sekolah-sekolah di daerah terpencil yang minim sarana dan pra sarana. Terkait hal ini, nantikan arikel saya berikutnya dengan topik yang sama, namun fokus ulasan pada sekolah-sekolah di daerah terluar dan terdepan yang minim sarana dan pra sarana.

Keterangan:

1.     * SMA Kanaan Jakarta adalah salah satu sekolah swasta Kristen yang berada di Kemayoran Jakarta Pusat. Tempat saya mengajar sebelum mengundurkan diri 28 Juni 2018 lalu.
2.     ** (Discovery Learning) adalah salah satu metode pembelajaran yang biasa dipakai oleh guru untuk mengakomodir kegiatan belajar mengajar di sekolah. Fokus metode ini adalah siswa belajar menemukan sendiri. Sedangkan tugas guru hanya sebagai fasilitator, motivator dan penguat materi.


Martin Karakabu

Gubanesia (Guru Bahasa Indonesia)

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Sumber-sumber Hebat yang Dibutuhkan untuk Mengajar Drama"

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel