Cara Menulis Opini yang Mengubah Cara Pandang Pembaca, sangat mudah 30 Menit Jadi

Tidak sampai 30 Menit untuk Menulis Opini, Ikuti Cara Ini
Gambar pelatihan menulis jurnal ilmiah bagi guru SMA Kanaan/dokpribadi

Guru bangsa dan sidang pembaca yang terhormat. Bagi kebanyakan manusia, kata “opini” bukanlah sesuatu yang baru. Jadi saya tidak akan menjelaskan apa itu opini melainkan bagaimana cara menulis opini.

Opini bisa dimaknai sebagai pendapat pribadi terhadap suatu persoalan atau masalah. Agar opini bisa menjadi fakta dan mempengaruhi cara pandang orang lain simak strukturnya berikut.

1.    Masalah
2.    Idealnya
3.    Fakta
4.    Solusi

Penjelasannya sebagai berikut

Masalah

Persoalan sosial yang menurut pembaca seperti ini tetapi kenyataan berbeda. Itu masalah!

Contohnya:

1.     Masalah guru Bahasa Indonesia,
2.     Masalah PSK, dan

Berbagai persoalan yang ada di masyarakat. Saya tidak akan menulis semua karena hanya akan memberi kesan negara kita tercinta ini penuh masalah.

Idealnya

Ideal atau sesuatu yang seharusnya terjadi.

1.    Contoh masalah guru Bahasa Indonesia. Seharusnya guru Bahasa Indonesia banyak yang menulis. Entah itu di blog, PTK, atau menulis buku. Mengapa karena mereka mengajarkan 4 keterampilan berbahasa, salah satunya yakni keterampilan menulis. Jadi seharusnya mereka bisa menulis karena tahu teorinya.

2.    PSK atau Pekerja Seks Komersial. Idealnya sebagai manusia yang beragama tidak menjadi pekerja seks komersial karena setiap agama melarang tindakan tersebut.

Fakta

Bagian ini anda berikan contoh-contoh kongkrit, supaya opini anda menjadi fakta dan mempengaruhi cara pandang pembaca. Kuatkan opini anda dengan kajian-kajian ilmiah.

Contoh 

Guru adalah orang yang perkataan maupun tindakannya harus menjadi contoh bagi para murid di sekolah. Hal ini sesuai dengan semboyan Tut Wuri Handayani. Artinya dari belakang seorang guru harus memberi dorongan dan arahan. Ing Madya Mangun Karsa, maksudnya adalah di tengah atau diantara murid, guru harus ‘menciptakan’ ide atau prakarsa. Ing Ngarsa sung tulada, bermakna seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh kongkrit apa yang disampaikan.

Menyoal tentang contoh kongkrit, idealnya guru Bahasa Indonesia harus bisa menulis karena keterampilan menulis adalah salah satu materi yang diajarkan di sekolah oleh guru Bahasa Indonesia.

Jika guru Bahasa Indonesia tidak menulis itu artinya bukan guru karena profesi profesionalitas guru sesuai dengan konsep kurikulum 2013 sampai pada ranah mencipta. Hal ini terkandung dalam UU No 3 tahun 2017 tentang sistem pembukuan yang diharapkan mendorong literasi masyarakat. Guru Bahasa Indonesia adalah bagian dari masyarakat.

Jadi adakah alasan untuk guru Bahasa Indonesia tidak menulis?

Kedua peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 23 tahun 2013 tentang  gerakan literasi sekolah. Kebijakan yang mewajibkan seluruh anak-anak sekolah untuk membaca dan menulis setiap hari.

Jika guru, apalagi guru Bahasa Indonesia tidak menulis; dimanakah letak makna kata Ing Ngarsa sung tulada?

Apakah guru Bahasa Indonesia harus kopi paste tulisan para blogger untuk memberi contoh kepada siswa?

***

Rekan guru dan dan sidang pembaca yang terhormat. Demikian yang saya maksudkan dengan fakta. Artinya di bagian ini sahabat semua mempengaruhi opini pembaca dengan fakta dan pertanyaan retoris. Tujuannya untuk mengajak orang menulis.

1.    UU No 3 tahun 2017 adalah fakta,

2.    sedangkan pertanyaan “dimanakah letak makna kata Ing Ngarsa sung tulada?. Itu adalah pertanyaan retoris karena sebelumnya (awal) saya katakan guru adalah teladan.

3.    Kemudian di bagian akhir saya hadirkan lagi pertanyaan retoris, Apakah guru Bahasa Indonesia harus kopi paste tulisan para blogger untuk memberi contoh kepada siswa?

Itu adalah doktrin untuk mengubah pola pikir (semoga saja bisa diubah). Tujuannya sama namun fokusnya lebih kepada sugesti. Guru itu profesi terhormat, kopi paste sama dengan mencuri, dan mencuri itu dosa untuk agama mana pun.
Kurang lebihnya seperti itu maksud saya.

***
Contoh tentang PSK saya tidak lanjutkan karena nanti tulisan ini terlalu panjang. Saya usahakan topik tersebut diulas sebagi contoh pada postingan berikutnya.

Baiklah kita lanjutkan pada bagian keempat yakni permasalahan

Permasalahan

Bagian inilah opini yang sebenarnya. Misalnya anda katakan jika guru tidak menulis kita akan menjadi negara yang tidak maju. Itu bukan opini tetapi pernyataan.

Opininya adalah karena guru berada pada garda paling depan dalam dunia pendidikan. Bagaimana mungkin murid akan maju jika gurunya pun tidak bisa melakukan apa yang diajarkan. 

Bukankah nasib suatu kaum bisa berubah hanya karena pendidikan? 

Jadi apabila guru tidak menulis maka masalah yang terjadi sebagai berikut:

1.     Indonesia tidak akan maju dari negara lain.
2.     Julukan negara berkembang akan abadi

Dan seterusnya.....(sebutkan sendiri sesuai dengan opini anda masing-masing).

***
Orang cerdas adalah mereka yang beropini sambil memberi solusi.

Sahabat pembaca mau dianggap cerdas, baca yang berikut ini.

Solusi

Solusi adalah bagian akhir dari seluruh rangkaian penulisan opini. Bagian ini anda menawarkan solusi kepada pemangku kepentingan melalui tulisan.

Jadi jangan hanya beropini tanpa solusi. Itu hanya akan membuat masalah. Bisa-bisa anda dianggap benci pemerintah, sebarkan berita bohong dan lain sebagainya.

Contoh solusinya seperti ini.

Untuk menumbuhkan kesadaran berliterasi bagi guru, terutama guru Bahasa Indonesia adalah tantangan terberat pemerintah. Namun setiap masalah tentu ada solusi. Berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah dan seluruh jajaran terkait masalah guru dan kegiatan menulis.

Bagi Guru Bahasa Indonesia

1.    Wajibkan untuk menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) jika ingin naik jenjang (PNS) atau naik gaji bagi guru swasta.

2.    Balai Bahasa wajibkan guru Bahasa Indonesia yang sudah terakreditasi untuk memiliki blog dan mengadakan lomba blog bagi guru di akhir semester.

Bagi Guru Indonesia

1.    Wajibkan mempunyai blog sebagai syarat profesional profesi guru era baru.
2.    Dinas pendidikan wajib mengadakan lomba blog bagi guru.

“......dan seterusnya silahkan ditulis sendiri. Ini hanya contoh

Demikian tentang solusi dalam menulis opini. Tentunya harus dijelaskan, teknisnya bagaimana dan caranya seperti apa, jika ingin menulis opini yang baik. Sekali lagi yang saya sebutkan di atas hanyalah contoh. Silakan kembangkan sendiri.

***

Secara keseluruhan contoh – contoh di atas, gambaran singkatnya sebagai berikut:


Tanpa Literasi Indonesia akan ‘Mati’: Ini Tugas Guru Bahasa Indonesia

Guru adalah orang yang perkataan maupun tindakannya harus menjadi contoh bagi para murid di sekolah. Hal ini sesuai dengan semboyan Tut Wuri Handayani. Artinya dari belakang seorang guru harus memberi dorongan dan arahan. Ing Madya Mangun Karsa, maksudnya di tengah atau diantara murid, guru harus ‘menciptakan’ ide atau prakarsa. Ing Ngarsa sung tulada, bermakna seorang pendidik harus memberi teladan atau contoh kongkrit atas apa yang disampaikan.

Menyoal tentang contoh kongkrit, seharusnya guru Bahasa Indonesia bisa menulis; karena keterampilan menulis adalah salah satu, dari empat keterampilan dasar yang diajarkan oleh Guru Bahasa Indonesia di sekolah. 

Jika guru Bahasa Indonesia tidak menulis itu artinya bukan guru; karena profesi profesionalitas guru sesuai dengan konsep kurikulum 2013 sampai pada ranah mencipta. Hal ini terkandung dalam UU No 3 tahun 2017 tentang sistem pembukuan; yang diharapkan mendorong literasi masyarakat. Guru Bahasa Indonesia adalah bagian dari masyarakat. 

Jadi adakah alasan untuk tidak menulis?

Kedua peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan nomor 23 tahun 2013 tentang  gerakan literasi sekolah. Kebijakan yang mewajibkan seluruh anak-anak sekolah untuk membaca dan menulis setiap hari. 

Di sinilah letak peran guru sebagai soko guru. Jika guru Bahasa Indonesia tidak menulis dimanakah letak makna kata Ing Ngarsa sung tulada?

Apakah guru Bahasa Indonesia harus kopi paste tulisan para blogger untuk memberi contoh teks kepada siswa?

***

Bicara tentang guru, siswa, dan pendidikan, artinya kita sedang membahas keberlanjutan sebuah bangsa.

Maksudnya apa?

Guru adalah garda terdepan dalam dunia pendidikan. Bagaimana mungkin murid akan maju jika guru saja tidak bisa melakukan apa yang diajarkan. Hanya dengan pendidikan yang berkualitaslah nasib suatu kaum bisa berubah. Jadi apabila guru tidak menulis maka masalah yang terjadi selanjutnya ada dua.

Pertama Indonesia tidak akan lebih maju dari negara lain.Kedua, julukan negara berkembang akan abadi.

Penulis percaya bahwa setiap anak bangsa, apalagi guru tentunya sangat mencintai negeri ini. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan para guru berikut ini beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah dan seluruh jajaran terkait untuk meminimalisir masalah keengganan guru dalam menenulis.

Bagi Guru Bahasa Indonesia

1.    Wajibkan untuk menulis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) jika ingin naik jenjang (PNS) atau naik gaji bagi guru swasta.

2.    Balai Bahasa wajibkan guru Bahasa Indonesia yang sudah terakreditasi untuk memiliki blog dan mengadakan lomba blog bagi guru di akhir semester.

Bagi Guru Indonesia

1.    Wajibkan mempunyai blog sebagai syarat profesional profesi guru era baru.

2.    Dinas pendidikan wajib mengadakan lomba blog bagi guru.

Demikian pandangan penulis tentang masalah kurangnya minat baca dan kemampuan menulis guru Bahasa Indonesia dan guru bangsa secara keseluruhan.

Guru, pelajar, dan pendidikan merupakan tiga serangkai yang diharapakan sebagai penggerak pembangunan bangsa saat ini dan di masa depan. Oleh karena itu, adalah tugas kita bersama untuk memabantu para guru demi Indonesia yang lebih baik. Salam

Penutup

1.    Opini yang baik adalah opini yang menawarkan solusi. Jadi menulis opini yang baik sertai dengan solusi praktis.

2.    Menulis opini sangat mudah. Anda cukup tahu masalah apa yang mau ditulis. Melihat kenyataan, kemudian menganalisis dampak yang akan terjadi. Cari literatur yang mendukung, dan terakhir hadirkan solusi yang bisa dilaksanakan. Itulah kontribusimu untuk Indonesia tercinta.

Catatan Tambahan:

1.    Cara ini bisa dilakukan juga jika ingin membuat kerangka tulisan.

2.    Apa yang saya tulis hanyalah contoh, tidak dimaksudkan untuk menyinggung siapa pun. Salam damai.


Jakarta, 15/9/2018

Martin Karakabu
Guru Kampung


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Cara Menulis Opini yang Mengubah Cara Pandang Pembaca, sangat mudah 30 Menit Jadi"

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel