Pendidikan Untuk Hidup Bukan Hidup Untuk Pendidikan

Oleh

STEPHANIE C.K ROMBOT

Siswi Kelas X SMTK Bethel Jakarta
Pendidikan Untuk Hidup Bukan Hidup Untuk Pendidikan
Siswa SMA Kanaan sedang membaca/dok pribadi
Pendidikan adalah hal yang penting, karena lewat pendidikan kita bisa memiliki bekal ilmu dalam menambah pengetahuan dan memperluas wawasan, melatih disiplin dan ketrampilan karena Indonesia adalah Negeri yang kaya akan sumber daya alamnya. Akan tetapi, untuk mengelola dan mengembangkan Sumber Daya Alam (SDA) tersebut agar bisa berkembang dan bemanfaat bagi banyak orang, maka butuh Sumber Daya Manusia (SDM) yang terampil untuk mengelolanya. Namun untuk menjadi SDM yang terampil, butuh bekal pendidikan untuk melengkapi ketrampilannya. Tetapi masalahnya, dunia pendidikan di tanah air masih kurang memadai untuk dijangkau oleh seluruh masyarakat Indonesia lebih khusus bagi masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang berada di pelosok daerah terpencil.

Kurangnya perhatian dari pemerintah membuat masalah ini semakin kompleks, sehingga angka pengangguran di Indonesia semakin meningkat. Hal itu dapat kita lihat dari banyaknya generasi-generasi muda yang tidak bisa mengecap dunia pendidikan dan akhirnya banyak anak-anak usia sekolah yang harus dipaksa mencari nafkah dengan cara yang memprihatinkan seperti menjadi pengemis atau pengamen jalanan.

Pemandangan itu yang sering ditemukan bukan hanya di kota kecil saja, tetapi banyak ditemukan di kota-kota besar seperti di Ibu Kota Jakarta. Masalah kesenjangan sosial inilah yang membuat pendidikan di Indonesia masih belum bisa dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.  

Sesuai isi UUD 1945 dan Dasar Negara kita Pancasila, bahwa setiap warga Negara Indonesia mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan kehidupan yang layak, adil dan makmur. Dengan memperoleh pendidikan yang baik, maka akan tercipta kehidupan yang layak bagi seluruh generasi muda. Namun untuk menerapkan hal itu, Pemerintah seharusnya lebih memperhatikan hak-hak warga negaranya dengan melakukan pemerataan di setiap daerah lebih khusus pada kaum marginal yang berada di pelosok daerah terpencil, agar kesenjangan sosial tidak lagi menjadi hambatan untuk berkembangnya dunia Pendidikan di Indonesia.

Pada kenyataannya, Pendidikan masih menjadi sesuatu yang sulit dinikmati oleh kaum marginal yaitu masyarakat dengan strata ekonomi menengah kebawah dan masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
Permasalahannya, kebijakan pemerintah untuk memberikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Namun setiap masalah pasti ada solusinya. Untuk masalah ini, butuh kepedulian dan kerjasama dari pemerintah pusat dan daerah dengan melakukan sosialisasi ke daerah-daerah terpencil dan masyarakat kurang mampu dalam rangka mengembangkan program Kartu Indonesia Pintar (KIP), beasiswa untuk anak-anak yang berbakat, membangun sekolah dan lapangan pekerjaan yang layak, dengan harapan bisa membuka peluang untuk masyarakat yang lebih sejahtera, adil dan makmur sehingga pendidikan bisa dinikmati oleh setiap warga Negara Indonesia.

Catatan Admin

1.   Di atas adalah opini seorang anak SMA kelas X di SMTK Bethel Jakarta.

2.   Pandangannya tentang pendidikan tidak diubah sustansi apa pun.

3.   Tulisan ini dibuat sebagai tugas sekolah, sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum 2013 tentang literasi nasional. Ini adalah cara kami mendukung program literasi nasional yang diamanatkan dalam kurikulum 2013.


Baca juga artikel terkait dangan tulisan ini:
Pendidikan Untuk Hidup Bukan Hidup Untuk Pendidikan 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Pendidikan Untuk Hidup Bukan Hidup Untuk Pendidikan"

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel