Yemima: Indonesia Bukan Hanya Jawa

Yemima: Indonesia Bukan Hanya Jawa
Admin dan anak-anak Papua/dok pribadi
Mulai dari Banda Aceh hingga tanah Papua. Mulai dari Nias hingga pulau Rote itu semua INDONESIA. Idealnya seluruh nusantara memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat pendidikan yang layak. Jika kita membuka kembali UUD 1945 di situ dengan jelas dikatakan pemerintah berkewajuban memenuhi hak warga negara dalam memperoleh pendidikan untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa. Jika berbicara bangsa, itu artinya dari Banda Aceh hingga tanah Papua, dari pulau Rote hingga Nias SEMUANYA INDONESIA. Ini berarti pemerintah harus bisa memberikan pendidikan SELURUH rakyat Indonesia. Bukan hanya untuk rakyat tertentu yang mampu atau ‘dekat’ dengan pemerintah; sedangkan rakyat yang kurang mampu dan tidak ‘dekat’ dengan pemerintah tidak memperoleh pendidikan yang tidak layak.

1.   Apakah kami yang di Papua bukan Indonesia?
2.   Apakah kami yang di Rote bukan Indonesia?
3.   Apakah kami yang di Aceh bukan Indonesia?
4.   Apakah kami yang di Nias bukan Indonesia?

Ataukah Indonesia hanya Jawa?

Jika Indonesia bukan hanya Jawa maka sudah seharusnya kami anak daerah pun memiliki hak untuk memperoleh pendidikan yang layak. Berikan itu karena itu hak kami sesuai dengan amandemen UUD 1945.

Inilah beberapa contoh daerah-daerah atau kota-kota yang pendidikannya masih rendah:

Papua
Pulau paling timur Indonesia ini memang seringkali masuk dalam daerah tertinggal.Tidak terkecuali dari segi pendidikan. Di papua stimulasi wajib sekolah masih jarang terlihat. salah satu contoh keberadaan PAUD yang jarang sekali keberadaannya.

Banten
Meski letaknya tidak jauh dari ibukota, provinsi yang satu ini memiliki banyak ‘PR’ dalam dunia pendidikan. Banten merupakan salah satu provinsi dengan angka pengangguran yang tinggi. Di Banten hampir 90% masyarakat usia 1924 tahun tidak melanjutkan studi ke perguruan tinggi.

Aceh
Pasca diterpa tsunami tahun 2004, provinsi ini banyak berbenah membangun kembali infrastruktur kota. Sayangnya konsentrasi yang terfokus pada infrastruktur melupakan aspek pendidikan yang juga penting untuk dibangun. Alhasil Aceh seringkali masuk dalam daftar rapor merah yang pendidikannya masih tertinggal.
***
Permasalahan ini pun dibutikan dengan penelitian UNESCO (2000) tentang peringkat indeks pengembangan manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Diantara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke 97 (1997), ke 105 (1998), dan ke 109 (1999).

Menurut survei political and economic risk consultant (PERC), kualitas pendidikan Indonesia berada pada urutan ke 12 dari 12 negara Asia, yang berarti bahwa Indonesia sebagai urutan terakhir dalam bidang pendidikan di Asia.

Solusi dalam menghadapi permasalahan tentang tidak meratanya pendidikan di Indonesia  adalah menyusun strategi yang baik, menyusun strategi dengan bijaksana dan lebih membuka mata dengan masalah-masalah pendidikan di Indonesia, agar Indonesia tidak hanya memiliki siswa berprestasi di kota tetapi di daerah pun ada. Dengan begitu pendidikan di Indonesia bisa merata dan seluruh anak Indonesia bisa mendaptkan pendidikan dengan adil. (Yemima, siswi kelas X SMTK Bethel Jakarta)

Catatan Admin
1.   Di atas adalah opini seorang anak SMA kelas X di SMTK Bethel Jakarta. Penulis adalah seorang anak Papua.

2.   Pandangannya tentang pendidikan tidak diubah sustansi apa pun, admin hanya memperbaiki beberapa kata dan kalimat agar mudah dipahami maksud si penulis.

3.   Tulisan ini dibuat sebagai tugas sekolah, sebagaimana diamanatkan oleh kurikulum 2013 tentang literasi nasional. Ini adalah cara kami mendukung program literasi nasional yang diamanatkan dalam kurikulum 2013.

4.   Agar tulisan ini berimbang perlu admin sampaikan juga beberapa program presiden Republik Indonesia, Ir. Jokowidodo dalam kabinet kerja; yang sudah dilaksanakan untuk mendorong pemerataan pendidikan di Indonesia.

Hal-hal sebagaimana dikatakan pada poin keempat adalah sebagai berikut:
1.   Pembangunan infrastruktur di daerah terluar dan terdepan sudah dilakukan dengan baik. 
2.   Kartu Indonesia pintar sudah dilakukan dengan baik.

Terkait poin pertama dan kedua; termasuk keseluruhan opini di atas agar berimbang admin sarankan untuk mengunjungi: 

https://seword.com/umum/ini-fakta-jokowi-membangun-infrastruktur-hingga-jauh

Baca juga artikel terkait dangan tulisan ini:

   

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Yemima: Indonesia Bukan Hanya Jawa"

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel