Catatan Internal Guru Kampung untuk Siswa Milenial

Catatan Internal Martin Karakabu Guru Kampung untuk Siswa Milenial
Martin Karakabu guru kampung bersama mantan siswa/dok pribadi
Anak-anak tentunya pusing dengan hadirnya guru seperti saya, dengan tuntutan yang mungkin bagi kalian tidak biasa dari guru-guru sebelumnya. Mohon maafkan saya. Tetapi mari lihat kenyataan anak-anak.

Pertama kita hidup di zaman digital.

Semuanya serba digital.
1.     Pesan ojek basisnya digital (aplikasi ojek online).
2.     Lamar kerja digital (via email).
3.     Beli barang fenomena umum di wilayah urban berbasis online (lazada dan lain-lain).
4.     Bahkan sampai baca Alkitab sekalipun sekarang berbasis digital.

Artinya tuntutan zaman seperti ‘memaksa’ anak-anak dan saya harus akrab dengan teknologi. Oleh karena itu, segala hal yang saya lakukan;
1.     Kirim tugas via email,
2.     Nulis di blog,
3.     Selanjutnya akan ada edit video.

Tujuannya hanya ingin mengakrabkan kalian dengan teknologi untuk hal yang positif. Manfaatnya setelah selesai dari pendidikan kalian sudah terbiasa dengan semua itu.
Hal ini sekaligus menjawab keraguan orang tua maupun segelintir guru soal internet dan bahayanya. Perlu anak-anak sadari. Salah jika ada yang mengatakan, nilai anak saya jelek gara-gara internet, warnet dan lain sebagainya. Bahkan karena ketakutan yang berlebihan sampai-sampai HP disita. ITU SALAH!

Anak-anakku sekalian internet itu benda mati, sehingga wajarkah orang mengklaim internet salah, google salah, dan lain sebagainya.

Dengar anak-anak, yang salah bukan barang-barang itu, TETAPI MANUSIA YANG MENGGUNAKANNYA. Jika kalian mengakses internet untuk hal-hal negatif, ya negatif jadinya; tetapi jika kalian memanfaatnya internet untuk hal positif maka selamat datang; inilah kecanggihan yang ditawarkan oleh teknologi untuk memudahkan kinerja manusia.

Apa hubungannyanya Bahasa Indonesia dengan teknologi?

Sangat banyak, tetapi secara singkatnya seperti ini anak-anak. Mungkin guru kalian sebelum saya pernah mengajari nulis surat dinas, nulis cerpen, nulis karya ilmiah dan lain sebagainya. Hal-hal itu disebut keterampilan menulis, yang namanya keterampilan, dibentuk dari kata dasar terampil, artinya bisa melakukan bukan teori, ceramah, setelah itu lupa. Semua proses yang disebut terampil harus dilatih, dibiasakan, bukan saya ceramahi kalian setelah itu kalian tidak ingat apa-apa.
1.     Jadi untuk apa sekolah kalau tidak ingat apa-apa?
2.     Untuk apa belajar kalau hanya bisa berteori?

Contoh:
1.     Kalian lihat para blogger, apa mereka harus kuliah jurnalistik, apa harus nilai Bahasa Indonesia 100 baru jadi blogger?, tidak! yang mereka butuhkan adalah latihan menulis secara terus menerus supaya terampil. Itu bukan teori tetapi praktik.

2.     Apakah guru Bahasa Indonesia yang mengajari kalian menulis bisa menulis?. Belum tentu karena antara aspek teoritis dan praktis beda anak-anakku sekalian.

3.     Lantas apakah pak Martin yang menyuruh kalian menulis ini sudah pandai, sama sekali tidak anak-anak. Narasi saya sama sekali tidak dipahami oleh pembaca, artinya saya bisa berteori tetapi tidak dengan aspek praktis. Soal kepraktisan butuh latihan secara terus menerus supaya bisa terampil.  

Jadi blog saya lakukan supaya membiasakan kalian menulis. Apakah suatu saat kalian bisa jadi blogger hebat, bukan urusan saya. Urusan saya hanya menyiapkan kalian agar bisa menulis dan terampil. Dasarnya literasi nasional, pelajaran Bahasa Indonesia, dan Silabus Bahasa Indonesia.

Mengapa harus teknologi?

Ini jawabannya,
1.     Saya tidak berhadapan dengan generasi tua, tetapi saya berhadapan dengan mereka yang disebut kid zaman now,
2.     Saya tidak mengajari orang-orang di pedalaman Papua atau Kalimantan; tetapi saya mengajar anak-anak di Jakarta yang hebat ini.
Jadi salahkah saya memanfaatkan teknologi sebagai media belajar?

Silakan renungkan!

Buta huruf di zaman now bukan tentang tidak bisa membaca atau menulis melainkan tentang bisa atau tidak seseorang memanfaatkan teknologi untuk kelangsungan hidup dan menunjang pekerjaan. Yulia AnderaDirektur Sekolah Kanaan Global School Jakarta*
***

Ude pak panjang amat si penjelasannya, sekarang apa yang harus kami lakukan?

Baiklah ini yang kalian lakukan.

1.     Baca tulisan ini (klik) dan buat blog (tidak wajib yang mau saja). Selanjutnya blog kalian harus diisi dengan tulisan, apa saja yang bisa kalian tulis. Tetapi ingat hal-hal berikut ini tidak boleh dilakukan.

1)    Kopi paste tulisan orang lain (otomatis saya akan skip dan nilainya nol).
2)    Berita bohong yang kalian sebut hoax (otomatis saya skip dan nilainya nol).
3)    Isu SARA (otomatis saya skip dan nilainya nol).
4)    Menjelek-jelekan seseorang dan lembaga (sampai tiga kali saya akan panggil dan gobrol, masih ‘batu’ saya akan skip dan otomatis nilainya nol).

Iya pak, uda tahu.

Terus yang bapak maksudkan kami harus menulis yang seperti apa.

1)    Tulisan pelajaran yang kalian dapatkan di sekolah, (jangan pusing apalagi stres hal ini sudah kalian lakukan, catatan kalian yang ada di buku pindahkan ke blog). Entah itu pelajaran Bahasa Indonesia, sejarah, ekonomi atau olaraga sekalipun. Manfaatnya saat Sabtu libur hari Sabtu, semantara senin harus ujian materi A; sedangkan saat yang sama kalian harus liburan bersama keluarga ke puncak Bogor, tidak perlu memikul buku satu tas untuk belajar, repotin amat si, cukup buka blog dan baca. Senin ulangan sudah siap.
2)    Tulislah pengalaman-pengalaman apa saja yang pernah kalian alami. (alternatif).

Pak bagaimana dengan kami yang tidak punya blog?

Bagus, pertanyaan yang cerdas.
Ini jawabnya:
1)    Mulai sekarang belajar menulis minimal 500 kata (topiknya bebas) simpan di laptop, HP, atau buku catatan kalian.
2)    Tulisan harus bermanfaat buat orang lain.
3)    Asli (bukan hasil kopi paste).
4)    Gunakan Bahasa Indonesia ragam ilmiah.
5)    Selanjutnya sebulan sekali saya posting di sini. Apabila tulisannya tidak diposting, itu artinya tulisan tersebut tidak layak terbit dan kalian tidak mendapatkan nilai (saya tulis nol).
2.     Selanjutnya tulisan - tulisan tersebut diakhir tahun ajaran saya konversi menjadi nilai keterampilan.

Rumusnya sebagai berikut:

Nilai keterampilan + nilai pengetahuan + nilai sikap = hasil; dibagi 3 = nilai akhir

Contoh:
KKM 70
50 + 65 + 85 = 195 : 3 = 65 (Maaf anda tidak mencapai KKM)
Catatan Internal Guru Kampung untuk Siswa Milenial

Catatan-catatan:

1.     Tulisan semakin banyak di blog pribadi atau di blog utama (bengkel kata siswa), apalagi yang bermanfaat untuk orang lain nilainya akan semakin bagus.

2.     Bagi blog yang desainnya bagus memiliki nilai tambah 25. Misalnya perolehan nilai kalian 65 artinya anda tidak lulus, namun karena memiliki blog dan desainya bagus maka ditamabh 25. 65 + 25 = 90 (selamat anda mencapai KKM).

3.     Parameter desain bagus yang saya inginkan adalah latar belakang putih, memiliki label profil, postingan terbaru, postingan populer, label blog dan sosial media. Jika ini ada otomatis poinnya 25. (Tunggu saya buat tutorial dan contohnya)

4.     Kalau ada halaman tentang saya (about me) dan kontak poinnya 15. Contoh lihat blognya Stephanie anak kelas X A.Total jika anda memiliki semua hal yang saya maksudkan pada (nomor 3 dan 4) maka nilai anda 40 sudah ada. (Tunggu saya buat tutorial dan contohnya)

Ini berlaku mulai bulan November 2018. Sekarang siapkan dulu blog dan tulisan-tulisan kalian. Untuk kelas X A saya mulai hitung dari materi tentang unsur intrinsik dalam sastra.

Anak-anakku, salah mari kita perbaiki sama-sama. Tidak ada orang hebat yang tidak pernah melakukan kesalahan; tetapi tegas dan berani tega untuk baik sudah pasti saya lakukan. Namun lembut penerapannya akan saya utamakan karena saya tahu kalian semua anak-anak cerdas.

Jakarta, 27/10/2018
Martin Karakabu
Guru Kampung

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Catatan Internal Guru Kampung untuk Siswa Milenial"

Post a Comment

Mohon maaf, saya akan hapus link aktif, promosi-promosi dagang, dan komentar yang tidak sesuai dengan postingan saya. Tinggalkan kesan sebagai intlektual. Silahkan berkomentar,

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel