Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini

Posted by Martin Karakabu on Selasa, 11 Desember 2018

Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini
Guru dan siswa di Fef Papua Barat
Sebelum mengajar di SMA Kanaan Jakarta tahun 2013 lalu, saya pernah menjadi PNS di Fef Papua barat selama 2 tahun, (2010 sampai akhir tahun 2012).

Fef itu salah satu daerah terpencil di Kabupaten Tambrauw Papua Barat. Anda jangan membayangkan mall, sinyal HP pun tidak ada, listrik menjadi barang mahal bagi kami.

Pelita dan api unggun seadanyalah telah menjadi teman paling setia saat saya menyiapkan bahan untuk mengajar.

Untuk mencapai tempat tugas saya (Fef Papua Barat), membutuhkan perjalanan laut kurang lebih 8-9 jam. Mengitari perairan raja ampat dan sekitarnya, kemudian melawan ombak ganas di tepian perairan sausopor sebelum sampai ke Tambrauw.
Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini
Perjalanan dengan kapal menuju Sausopor
Mabuk laut karena ganasnya ombak telah menjadi makanan setiap bulan bagi kami, (guru) yang bertugas di daerah itu, sebab tidak ada pilihan lain untuk kami, kecuali mau berenang sampai di sorong.

Setibanya kami di Sausopor apakah tantangannya berhenti?

Sama sekali tidak, justru inilah tantangan yang sebenarnya. 12 jam perjalanan darat menggunakan mobil pick up dabel garden, melewati hutan belantara Papua Barat dengan berbagai tantangannya. Jalanan cadas yang batunya dua kali lipat lebih besar dari kepala manusia dewasa harus kami taklukan.

Saran saya jika anda sedang hamil jangan mengabdi sebab bisa jadi anda akan melahirkan di jalan.

Sekitar 6 jam perjalanan bertemankan batu cadas pun berakhir, tahap selanjutnya kami harus siap memasuki bagian yang paling ekstrim; yakni memasuki daerah yang disebut MEA, area rawa-rawa dengan keberadaan tanah bercampur lumpur sekitar lutut orang dewasa.

Jika cuaca tidak bersahabat (hujan) maka berkemah di jalan harus kami lakukan. Sama sekali tidak ada pilihan, kecuali nekat dan ingin mati.
Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini
Sebelum berangkat dari Sausopor menuju Fef
Memasuki Fef hanya kabut tebal yang menyambut kami dengan hawa dingin yang menusuk tulang, sebab kami berada di daerah pegunungan dengan ketinggian entah berapa kaki dari permukaan laut.

Itulah tempat tugas saya sebelum pindah ke Jakarta.

Kepada guru muda yang mungkin ingin mengabdikan ilmunya di pedalaman Fef Papua Barat.

6 Hal berikut ini perlu anda siapkan, sebelum berangkat.
1.   Fisik dan mental
2.   Ketergantungan kalian
3.   Harus siap jadi apa saja
4.   Sepatu bot, senter, dan parang
5.   Minyak tanah / solar yang cukup
6.   Kreatif

Saya akan bahas satu persatu.

Fisik dan Mental

Soal fisik harus benar-benar prima karena melelahkan sekali perjalanannya. Saya pikir tentang fisik tidak perlu dibahas lagi karena di bagian pengantar sudah saya jelaskan panjang lebar kondisi medan yang sesunggunya.

Bagian ini saya akan menjelaskan soal mental. Tips yang pertama, sekaligus saran yang paling utama. Jika anda tidak memiliki jiwa petualangan, atau panggilan untuk mengabdi di daerah pedalaman mendingan urungkan niat karena pastinya anda tidak betah.

Hanya mereka yang memiliki komitmen tinggi dan mau berkorban saja, yang betah di tempat yang tidak ada sinyalnya sama sekali.

Soal ini saya ingin cerita sedikit kawan,
Saya bertunangan dengan (wanita cantik) yang sekarang jadi istri saya pada tahun 2010 lalu. Kami nyaris tidak menikah karena sinyal yang tidak kunjung tiba.

Istri saya lahir dan besar di Jakarta, kondisi rill Papua tidak diketahunya dengan baik. Keluarganya mengira saya sudah menikah, selingkuh, dan lain sebagainya, itulah tantangan mental bagi kalian guru muda; meninggalkan pacar, keluarga, kesenangan kota, es krim, salon, atau pun game kesukaan kalian.

Apakah anda bisa?

Jika bisa berarti selamat anda seorang pengabdi sejati.

Itu soal mental karena di tempat tugas saya (Fef Papua Barat) hal-hal itu tidak ada. Gelap gulita jika malam, dan siang hanya kabut tebal dan kicauan burung yang didengar.

Ketergantungan Kalian

Bagian ini sebenarnya saya ingin menulis siapkan perlengkapan pribadi yang dibutuhkan. Obat-obatan dan kebutuhan pribadi yang lain. Namun saya ubah menjadi ketergantungan kalian.

Maksudnya jika anda pecandu kopi atau rokok maka sebelum berangkat saran saya beli sebanyak mungkin.

Saat bertugas di Fef, saya adalah pecandu berat kopi hitam dan rokok. Saya pernah mengalami situasi yang disebut kritis karena rokok.

Bulan pertama saat bertugas di Fef saya hanya membeli 3 bungkus rokok .... dan beberapa bungkus kopi .....

Saya mengira di tempat tugas saya (Fef Papua Barat ada kios=warung untuk Jakarta); yang menjual rokok dan kopi. Ternyata tidak sama sekali.

Belajar dari situ maka setiap ada kesempatan untuk ke kota Sorong maka dua hal itu yang saya utamakan, yakni kopi dan rokok.

Mengapa bukan makanan?

Tenang alam telah menyediakan dengan berlimpah rua. Masyarakat pun dengan iklas hati memberikan hasil buruan mereka, hasil alam yang diperoleh, atau pun hasil kebun kepada kalian guru muda, sebab bagi masyarakat Fef Papua Barat, menjaga guru adalah menjaga asa agar menjadi sama dengan daerah lain.

Itu pemikiran orang Fef Papua barat, tetapi tidak dengan rokok atau kopi. Mereka bisa saja memberikan anda uang seratus ribu, tetapi belum tentu mereka memberikan anda sebatang rokok jika tanggal tua menanti. Oleh karena itu, kepada guru muda yang mungkin tertarik  untuk mengabdikan diri di Fef Papua barat; saran saya beli sebanyak mungkin apa yang menjadi ketergantungan anda. Misalnya mie instan ya beli sebanyak mungkin, sebab di sana tidak ada warung untuk menjual hal-hal seperti itu.

Notes:
Kalau pun ada itu kerjaan ibu-ibu guru yang menaikan harga sampai setinggi langit kwkwk, Ibu Sitinjak, ibu Sisca, Mam Lusi, sa minta maaf e curhat sadikit boleh to kwkwk, jang marah ee..Sa rindu dengan kalian semua yang ada di Fef....Selalu semangat ya.

Siap Jadi Apa Saja

Maksud saya siap jadi apa saja seperti ini, masyarakat selalu menganggap orang kota, apalagi guru berarti tahu segala-galanya.
Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini
Bersama ibu-ibu di Fef Papua Barat
Contoh
1.   Saya adalah seorang guru Bahasa Indonesia, pernah diminta untuk memimpin ibadah di gereja, ini tidak menjadi persoalan serius sebab selama kuliah saya pun cukup aktif pada kegiatan gereja.

2.  Pernah ada radio rusak dan saya diminta tolong untuk membenarkannya, “we, ko bawah barang ini ke anak guru dulu, bilang tolong perbaiki bapa pu radio dolo”.

Terjemahan:
Hey bawah radio ini ke pak guru dulu, minta tolong untuk memperbaiki radio bapak yang rusak.

Guru muda sekalian, saya tidak paham dengan sesuatu yang berhubungan dengan elektronik, namun situasi dan kondisi yang mengharuskan saya untuk bisa melakukanya.

Kepadamu guru muda, jika tugas dan panggilan hati menempatkan kalian di pedalaman Fef Papua barat atau daerah lain; Saran saya bekali diri kalian dengan keterampilan di luar dari profesi guru. Sebab situasi dan kondisi tertentu mengharuskan kalian untuk bisa melakukanya demi saudara dan saudari kita di pedalaman.

Apakah ini yang dimaksudkan dengan kreatif?

Nantikan tulisan selanjutnya @bersambung.

3 Responses to "Guru Muda, Sebelum Bertugas di Pedalaman Fef Papua Barat Siapkan 6 Hal Ini "

  1. Kondisi setiap daerah berbeda-beda, dan setiap guru yang siap ditugaskan di mana saja, pun setidaknya mengenal wilayah bakal tempat tugas, salah satunya melalui tulisan (seperti tulisan ini). Supaya apa? Supaya ada persiapan dan/atau persiapannya mendekati sempurna hahaha. Kopi dan rokok itu mana tahan ya, Pak Guru ... wajib ada.

    BalasHapus
  2. lagi mudik yah mz, btw no 4 itu yang bikin ngeri, bawa parang... mau nebas apakah kira-kira?

    oiya kalau di pedalaman apa gak di serang opm mz? kan kabar di tv kemaren pekerja pembuatan jalan tol di papua di tembaki opm

    BalasHapus
  3. Aduh luar biasa ya perjuangan di sana.
    Lalu bagaimana skr di sana, apakah masih ada guru yg mengajar?
    Kadang qt suka sedih, melihat elit2 qt sibuk bela2in calon2 ny, sdgkan saudara qt, adik2 qt di timur sana, hny untuk pendidikan dsr sj sulit.

    Sedih melihat Indonesia sprti ini.
    Pembangunan yg lbh baik buat mrk, sllu dinyinyirin, tp gk mw mrk lepas dri Indonesia. Sy kdang heran dg elit2.

    Kementrian pendidikan adakah perhatian khusus pada hal ini? Tdk skdr mengirimkan guru ke sana tp jg mmperhatikan banyak hal lain guna mendukung itu smw. Jgn asl kirim2 sj. Gk beda ny Kementrian Ekspedisi itu namanya.

    Pnglaman yg prlu dibagikan, bkn untuk org tkt jd guru dsna tp sbg keterbukaan, pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan masih abai dg kepentingan pendidikan di Indonesia Timur

    BalasHapus

Mohon untuk tidak meninggalkan link aktif, salam blogger