Pendidikan Akan Lebih Baik Jika Guru dan Orang Tua murid Saling Bekerjasama, Begini Caranya

Posted by Martin Karakabu on Senin, 10 Desember 2018

Pendidikan Akan Lebih Baik Jika Guru dan Orang Tua murid Saling Bekerjasama, Begini Caranya
Wali kelas X IPS 2 dan XI IPS 2
Tulisan ini hanya asal omong, saya tidak berani mengklaim bahwa ini adalah opini karena narasinya benar-benar ngawur.

Saya mulai dengan narasi ngawur yang dimaksud.

Saya bersyukur pernah menjadi guru di pedalaman Papua; termasuk bersua dengan kesahajaan masyarakat di kaki gunung Andong Magelang, dan beberapa daerah yang lain.

Sebagai guru, satu kesan yang paling mendalam bagi saya ialah pemahaman orang-orang daerah tentang pendidikan. Mereka menganggap pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah, tetapi tanggung jawab bersama.
1.   Tanggung jawab guru di sekolah, yakni memastikan 3 O pada peserta didik. Olah otak, olah hati, dan olaraga.
2.   Sedangkan rumah sebagai lembaga pendidikan yang pertama dan orang tua sebagai guru yang pertama, benar-benar harus memastikan moralitas dan kehangatan keluarga ada dan diraskan oleh peserta didik.

Demikian juga dengan lingkungan masyarakat maupun pemerintah sebagai pelindung dan pengayom. Harus benar-benar ada, nyata, hadir, dan bersama guru sebagai pioner terdepan untuk saling bersinergi.

Jika ini terjadi maka bukan perkara sulit jika Indonesia bisa menggeser peran Finlandia sebagai negara dengan pendidikan paling maju saat ini.

Pesimiskah anda?
Saya bukan pakar apalagi tahu segala, namun saya percaya pada catatan sejarah.

Indonesia bisa membebaskan diri dari penjajah, bukan karena jong Java menganggap dirinya paling hebat, atau pun nyong Ambon berpikir mereka yang paling kuat. Sama sekali tidak, mereka bersinergi, bersatu, dan ahkirnya berhasil.

Merdeka!!!!

Semangatnya adalah satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa, Bahasa Indonesia. Jika semangat yang sama ditularkan pada masa ini, maka tidak musthail pendidikan yang lebih baik akan kita raih.

Contoh:
1.   Guru dan orang tua bersinergi, saling berkomunikasi secara intens, dan sepakat untuk satu presepsi dalam membentuk karakter dan intlektualitas peserta didik.
2.   Hal yang sama berlaku dengan lingkungan masyarakat dan pemerintah. Bersinergi, bersatu, dan saling mendukung satu sama lain.

Jika ini terjadi maka kerja guru semakin mudah. Dengan memudahkan kerja guru maka aspek prioritas dalam profesionalitas profesi guru benar-benar diterapkan.

Apa itu aspek profesionalitas profesi guru?
1.   Membentuk manusia seutuhnya, terjemahan bebas dari UUD 1985 tentang sistem pendidikan nasional.
2.   Menyiapkan peserta didik dengan skill, moralitas, dan wawasan kebangsaan yang mumpuni sebelum terjun ke masyarakat.
Itu pekerjaan yang sulit, tetapi bukan berarti tidak bisa dilaksanakan. Mari kita mulai dengan hal yang paling sederhana, dan dimulai dari guru sebagai pioner terdepan.

Apa yang mesti dilakukan?

Pertama Wali kelas harus mempunyai grup whatsaap dengan orang tua murid.

Melalui grup komunikasi antara guru di sekolah dan orang tua di rumah saya percaya akan semakin baik. Paramter baik yang dimaksudkan ialah orang tua tahu perkembangan anaknya di sekolah. Itu kalau dilakukan dengan baik.

Lantas kalau tidak baik seperti apa?
Tidak baik jika komunikasi antara guru (wali kelas) dilakukan hanya pada saat-saat tertentu saja.

Contoh
1.   Mau terima rapor,
2.   Anak bermasalah di sekolah,
3.   Uang sekolah belum dibayar, dan
4.   Situasi insidental lainnya maka yang terjadi menurut saya adalah semakin jauhnya sekolah dengan orang tua murid.

Mengapa?
Sekolah dengan sendirinya menciptakan jarak dengan orang tua, dan bisa saja orang tua murid mengklaim, “sekolah tidak terbuka dan tidak bersahabat”

Lantas apa yang dilakukan?
Menurut pandangan saya,
1.   Wali kelas harus terus-menerus menjalin komunikasi dengan orang tua, setiap akhir pekan secara informal melaporkan perkembangan anak. Baik itu hal postif maupun hal negatif yang dilakukan peserta didik di sekolah.
2.   Meminta tanggapan orang tua tentang tindakan anak di sekolah, jadi konsepnya bukan melapor melainkan diskusi kemudian sama-sama mencari solusi.

Intinya membangun komunikasi antara personal yang intim dengan orang tua murid.

Kedua Kunjungan ke rumah

Jika ada guru yang mengklaim “ah itukan urusan guru BK” maka tidak akan terjadi kerja sama antara guru dan orang tua murid.

Mengapa?

Menurut saya ada banyak sekali penjelasan di bagian ini, tetapi intinya seperti ini. Wali murid adalah orang tua di rumah, sedangkan wali kelas adalah orang tua di sekolah.

Apa pun persoalan anak, idealnya diselesaikan dulu diantara orang tua di sekolah dan orang tua di rumah.

Mengapa?
Alasannya sederhana, yang namanya orang tua seharusnya lebih paham persoalan anak karena intensitas komunikasi yang terjalin.
Ada apa dengan guru BK?

Guru BK oleh anak-anak yang ‘bermasalah’ dianggap sebagai polisi. Pernyataan ini adalah pandangan pribadi, yang hadir dari pengalaman saya sebagai wali kelas.

Jadi apa yang harus lakukan oleh wali kelas....?

Berkunjung saat ulang tahun.

Jika guru berkunjung ke rumah orang tua murid pada saat peserta didik sedang sakit itu baik. Tetapi jauh lebih baik lagi, jika guru berkunjung juga disaat ulang tahunnya.

Saya tidak bisa menjamin relasi antara guru, orang tua, dan anak akan menjadi lebih dengan melakukan cara ini; tetapi saya pernah menjadi wali kelas, pernah lakukan ini, dan pernah ditangisin oleh satu kelas disaat mengundurkan diri dari SMA Kanaan Jakarta Juni 2018 lalu.

Tidak ada hal istimewa yang saya lakukan, hanya membawa beberapa orang anak murid dan menghadiri ulang tahun murid yang lain.

Mengunjungi orang tua murid yang sedang sakit.

Jika ada orang tua murid yang sakit dan wali kelas bisa luangkan waktu sedikit untuk berkunjung ini akan menjadi lebih baik.

Lebih baik buat siapa?
Lebih baik buat orang tua murid yang sedang sakit, pihak sekolah, dan wali kelas.

Letak baik yang dimaksudkan adalah membangun perasan empati, sebelum bersinergi dalam membentuk karakter peserta didik.
***
Cara-cara sederhana seperti ini sudah saya lakukan dan cukup berhasil dalam membangun kerja sama diantara orang tua dan wali kelas.

Demikian beberapa hal yang bisa dilakukan oleh wali kelas untuk membangun kerja sama dengan orang tua maupun peserta didik, untuk pendidikan yang lebih baik.

Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Kesimpulannya

1.   Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, supaya tanggung jawab bersama bisa berjalan dengan baik dibutuhkan kerja sama antara guru, orang tua murid, lingkungan, maupun pemerintah.
2.   Sebagai wali kelas kitalah garda paling depan untuk membangun kerja sama dengan orang tua di rumah. Ini bisa dimulai dengan membuat  grup whatsaap atau pun grup line. Selanjutnya komunikasi intens dengan orang tua tentang perkembangan anak di sekolah.

Konsep yang dipakai adalah diskusi untuk solusi bukan melapor kemudian selesai urusannya.

3.   Berkunjung saat ulang tahun peserta didik, atau pun menjenguk orang tua murid yang sedang sakit adalah solusi alternatif untuk membangun kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua.

Semoga bermanfaat bagi bapak dan ibu guru wali kelas.

Catatan Tambahan

Murid saya usianya baru 15 tahun, saat ini duduk di kelas X SMTK Bethel Jakarta, dia pun tahu bahwa kerja sama itu sangat penting untuk pendidikan yang lebih baik. Simak ulasanya yang berjudul Negara harus Hadir:Sinergiritas Harus Terjadi untuk Pendidikan yang Lebih Baik.

2 Responses to "Pendidikan Akan Lebih Baik Jika Guru dan Orang Tua murid Saling Bekerjasama, Begini Caranya"

  1. Pada jaman saya sekolah dulu guru dan orang tua itu saling mendukung.

    Orang tua sangat percaya kepada guru. Sehingga apabila saya lapor kepada orang tua kalau tadi disekolah saya dihukum sampai rumah juga saya kena hukuman lagi. Karena apabila saya sampai dihukum guru berarti saya memang benar-benar salah.

    Guru memang pahlawan bangsa. Masa depan generasi muda dan masa depan bangsa ada ditangan guru.

    Salam hormat.

    BalasHapus
  2. Makasih banyak sharingnya mas, melengkapi worskhop Sahabat Keluarga yang saya ikuti beberapa waktu lalu.

    BalasHapus

Mohon untuk tidak meninggalkan link aktif, salam blogger